UNAIR NEWS – Produkif dalam berkarya tidak hanya dapat dilakukan dihari efektif kuliah. Di hari libur pun, produktivitas dapat terus ditingkatkan. Begitu juga dengan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR).
Di bawah arahan dosen pembimbing Dr. Retno Pudji Rahayu, drg., M.Kes, tim yang beranggotakan Aulia Nur Layli, Aisyah Rachmadani Putri, dan Rizkia P Anggraeni berhasil meraih juara 3 dalam ajang Soedirman Dental Scientific Meeting 2018. Kompetisi berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Sabtu (14/7) lalu.
Tim yang diketuai oleh Aulia ini berhasil menyisihkan puluhan artkel ilmiah dalam kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa kedokteran gigi seluruh Indonesia.
“Antusiasme peserta untuk pelaksanaan lomba yang diadakan saat liburan dan pekan ujian cukup tinggi. Ini merupakan pengalaman tersendiri bagi saya, presentasi lomba di saat minggu liburan,” kata Aisyah, salah satu anggota tim.
Dalam kompetisi itu, Aisyah bersama tim mengangkat tema mengenai stem cell. Lebih spesifik, tentang pengaplikasian treatment tumor jinak di rongga mulut.
“Tema ini kami ambil dengan latar bekakang beberapa referensi jurnal ilmiah yang kami baca. Terdapat insidensi dan prevalensi mengenai tumor jinak di rongga mulut yang cukup tinggi,” jelas gadis yang juga aktif sebagai Kepala Departemen Pendidikan dan Profesi BEM FKG UNAIR.
Proses keikutsertaan kompetisi diawali dengan mengumpulkan abstrak. Dari keseluruhan abstrak, diambil 10 karya terbaik. Kemudian, diranking untuk menentukan finalis yang akan melanjutkan ke tahap pengumpulan poster. Selesai tahap ini, peserta mengumpulkan karya fullpaper untuk dipresentasikan pada puncak acara di FKG Universitas Jenderal Soedirman.
“Semoga makin banyak mahasiswa, khususnya dari FKG, yang membuat karya ilmiah seperti ini. Melihat dewasa ini problem yang dapat diangkat tentang masalah gigi dan mulut cukup banyak,” terang Aisyah. “Semoga karya kami dapat bermanfaat untuk semua pihak yang membaca” tambahnya. (*)
Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum
Editor : Binti Q. Masruroh





