UNAIR NEWS – Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperbaiki diri. Pada bulan tersebut, terbuka banyak kesempatan untuk meningkatkan ibadah agar semakin dekat dengan Allah SWT.
Begitulah penyampaian Drs Muhammad Taufiq AB pada acara Tausiah Ramadan 1443 H, Senin (18/4/2022). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Garuda Mukti Kampus MERR (C) Universitas Airlangga. Dalam pemaparan materinya, Drs. Taufiq mengulas mengenai Urgensi Muhasabah (peninjauan terhadap perbuatan diri sendiri) Untuk Menggapai Surga.
“Ibadah puasa ini benar-benar dapat merubah karakter seseorang. Karena, di saat kita berpuasa, ini mengajarkan untuk tidak berbohong, menahan amarah, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Puasa mata, telinga, dan hati adalah perbuatan sulit, namun jika berhasil melakukannya maka akan menjadi hal yang luar biasa,” kata Drs Taufiq.
Selain itu, memperbaiki akhlak merupakan hal yang penting untuk kehidupan pada masa depan (kematian). Karena itu, Drs Taufiq menyampaikan perkataan Rasulullah SAW bahwa mukmin yang paling pandai akan selalu mengingat dan mempersiapkan kematiannya.
“Setiap yang hidup juga pasti akan menemui kematian,” imbuhnya.

Meningkatkan Iman
Memperbaiki diri atau memperbaiki akhlak juga berkaitan dengan meningkatkan iman. Penambahan akhlak menandai penambahan iman. Drs Taufiq menyebut, iman ibarat lampu pijar yang dapat menyala dan redup.
“Kita perlu untuk selalu menjaga dan meningkatkan iman. Bukan setiap hari, tapi setiap saat. Iman yang meningkat, maksiat akan menurun sehingga menghindarkan kita dari perbuatan dosa,” tutur Drs Taufiq.
Karena itu, meningkatkan iman terlebih di bulan Ramadhan menjadi hal yang penting. Drs Taufiq menegaskan, kita perlu mencegah perbuatan-perbuatan yang merusak iman. Salah satunya adalah keraguan.
“Islam adalah agama dan ajaran yang tidak boleh diragukan. Pada Surah Al Hujurat ayat 15, bahwa sesungguhnya orang mukmin adalah mereka yang mengimani Allah dan Rasulnya tanpa ragu. Mereka berjuang di jalan Allah dengan jiwa dan raganya seutuhnya,” terang pendakwah tersebut.
Ucapan dan perbuatan seseorang yang beriman semata-mata hanya untuk mencapai ridha Allah SWT. Selain itu, ia akan selalu sibuk dengan Allah untuk meningkatkan takwa dengan beribadah kepada Allah.
Senada dengan hal tersebut, Drs. Taufiq kemudian mengutip perkataan Rasulullah SAW. Bahwa ketika itu Rasul pernah ditanya oleh seorang sahabat mengenai mukmin (orang yang beriman kepada Allah SWT) yang paling utama.
“Jawaban Rasul adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Oleh karena itu mari senantiasa memperbaiki akhlak kita,” kata Drs Taufiq. (*)
Penulis: Gadis Fauzia
Editor: Feri Fenoria





