UNAIR NEWS – Menyambut pandemi Covid-19 yang baru saja berstatus endemi, Sekolah Pascasarjana (SPS) UNAIR menggelar Online Summer School bertajuk The Future of Regionalism After Covid-19 Pandemic. Secara daring, kegiatan tersebut telah digelar untuk kali kedua.
Sesi pembuka acara pada Senin (30/5/2022) turut menghadirkan HEM Fadjroel Rachman selaku Duta Besar Indonesia di Nur-Sultan Kazakhstan dan Saule Kemelbayeva sebagai Dekan International School of Economics Kazguu. Keduanya memberikan sambutan masing-masing.
Fadjroel menekankan pada pentingnya regionalisme. Menurutnya, seluruh dunia telah saling terkait dalam kerangka regional.
“Kita di seluruh dunia ini telah bersama-sama saling berinteraksi satu sama lain dan melayani pengetahuan ide yang menjadi ketertarikan bersama,” ujarnya.
Karena itu, pertimbangan terhadap isu-isu regionalisme menjadi hal yang sangat penting. Pertimbangan tersebut membutuhkan peran dari lembaga-lembaga baik pemerintahan maupun swasta. Mereka berperan di berbagai kebijakan mengenai kelembagaan dan bentuk perbandingan regionalisme.
“Isu-isu global dalam regionalisme dipahami menggunakan pendekatan multidisplin. Dan, salah satu isu global yang menjadi perhatian di seluruh dunia adalah pandemi covid-19. Wabah tersebut telah mengubah tatanan global di berbagai negara,” papar Fadjroel.
Pandemi Covid-19 telah menciptakan aturan-aturan baru. Salah satu yang mungkin sangat terasa pada masyarakat adalah karantina. Saat ini beberapa negara masih menerapkan aturan tersebut dan sebagian lain telah memulai “hidup normal” dengan bermodal vaksinasi.
“Dengan vaksninasi, kita telah belajar menangani covid-19 dan berdamai dengannya. Sehingga ada juga negara-negara yang telah membuka batas-batasnya, termasuk Indonesia. Karena kan selama pandemi kemarin kita tidak bisa bebas bepergian ke luar negeri karena kebijakan border (batas, Red) yang diterapkan beberapa negara,” tutur Fadjroel.
Selain dari sisi peraturan, pandemi Covid-19 membawa perubahan pada tantangan sosial-ekonomi dan geopolitik. Karena itu, pada kehidupan pasca Covid-19 kita harus banyak menyesuaikan diri.
“Secara luas akan berdampak pada interaksi antar negara. Kerja sama regional pasca-pandemi juga akan menghadapi tantangan perubahan iklim disrupsi ekonomi. Ada masalah baru berupa pendidikan, kemiskinan, hingga perang Ukraina, dan Rusia,” ungkap Duta Besar yang baru dilantik tersebut.
Dalam hal itu, menurut Fadjroel, kajian regionalisme menjadi penting. Kajian tersebut dapat menjawab berbagai persoalan multidimensi melalui sudut pandang yang tepat. Jadi, Fadjroel sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap ke depan dapat digelar secara luring.
Lebih lanjut, Online Summer School itu juga mendapat dukungan dari Saule Kemelbayeva. Menurutnya, regionalisme merupakan sebuah komitmen bersama.
“Saya berharap kita akan kembali menyelenggarakan Online Summer School ini setiap tahun. Topiknya sangat relevan dan menarik. Pandemi covid-19 menghasilkan banyak tantangan sehingga perlu untuk menggelar diskusi akademik publik di arena internasional dengan melibatkan negara-negara berkembang,” jelasnya.
Penulis: Fauzia Gadis Widyanti
Editor: Feri Fenoria





