UNAIR NEWS – Perkembangan rekam medis di Indonesia kini sudah memasuki fase digitalisasi atau Rekam Medis Elektronik (RME). Menurut jurnal penelitian International Journal of Medical Informatics, RME merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan Personal Health Record (PHR). Fungsinya, untuk melihat hasil tes dan catatan dokter, mengisi ulang obat, serta membuat janji dengan dokter.
Pengembangan sistem RME kali pertama berlaku di Indonesia pada 2013. Yakni, untuk mengintegrasikan rekam medis dengan sistem manajemen rumah sakit.
Dari Fasilitator Kesehatan ke Pasien
Digitalisasi pada industri kesehatan itu mendorong adanya perubahan pada sistem informasi kesehatan. Yang mana, awalnya berpusat pada fasilitator kesehatan menjadi berpusat pada pasien.
Topik itulah yang menarik kelima mahasiswa jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga (FTMM UNAIR) untuk mengangkat topik tersebut. Mereka adalah Feizi Delfa Nurhanifah (NIM. 162012533001), Muhammad Kemal Syahputra (162012533082), Muhammad Zidane Ramadhani Riskisyah (NIM. 162012533053), Taris Budi Rahmadi (NIM. 162012533074), dan Vida Zumrotul Rifa (NIM. 162012533011).
Kepada UNAIR NEWS pada Rabu (15/3/2023), Kemal selaku perwakilan kelompok menjelaskan bahwa kelompok mereka menulis artikel ilmiah “Peran Aplikasi Satu Sehat terhadap Perkembangan Rekam Medis Elektronik di Indonesia”.

Aplikasi Satu Sehat
Mereka memilih topik itu karena Indonesia masih memilih keterbatasan infrastruktur dalam persebaran fasilitas kesehatan. Terutama di luar Pulau Jawa. Selain itu, ujar Kemal, sumber daya manusia yang tersedia untuk mengelola teknologi fasilitas kesehatan juga masih sangat kurang.
“Untuk tetap mewujudkan pilar keenam transformasi sistem kesehatan, Kementerian Kesehatan berupaya untuk menerapkan RME di seluruh fasilitas kesehatan Indonesia yang ditarget sudah selesai pada 31 Desember 2023,” ucapnya.
“Dalam rangka mewujudkan pilar ini, aplikasi PeduliLindungi kini sudah bertransformasi menjadi aplikasi Satu Sehat sehingga pasien dapat melihat sendiri data kesehatan mulai sertifikat vaksinasi, imunisasi anak, hingga pencatatan jenis obat yang dikonsumsi,” lanjutnya.
Kemal mengungkapkan bahwa aplikasi Satu Sehat sebenarnya sudah berlaku di Amerika Serikat terlebih dahulu. Yakni, dengan nama platform Health Evaluation Through Logical Programming (HELP). Teknologi RME tersebut, sudah berkemnang di Amerika Serikat sejak 1967.
“Saat ini, HELP menjadi sistem informasi rumah sakit pertama yang mengintegrasikan dan mengakumulasi data klinis menjadi data dasar dalam mengambil sebuah keputusan,” tukas Kemal. (*)
Penulis: Dewi Yugi Arti/Feizi, Kemal, Zidane, Taris, Vida
Editor: Feri Fenoria
Baca juga:
UNAIR Inisiasi Produksi Membran Hemodialisis Pertama di Indonesia





