Universitas Airlangga Official Website

Resmikan Dauroh Tahfidz, UNAIR Siap Cetak Mahasiswa Excellence with Qur’an

PESERTA Dauroh Tahfidz berfoto bersama Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., Pembina UKMTQ, dan panitia. (Foto: Istimewa)
PESERTA Dauroh Tahfidz berfoto bersama Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., Pembina UKMTQ, dan panitia. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung slogan ”Excellence with Morality”, Universitas Airlangga tak hanya mencetak mahasiswa yang unggul dari segi intelektual. Melainkan juga menjadi insan bermoral yang berlandas nilai-nilai religius. Tak sekadar jargon, UNAIR membuktikan langkah nyatanya dalam mewujudkan visi itu.

UNAIR meresmikan pembukaan program Dauroh Tahfidz pada Rabu (1/8). Program tersebut merupakan pembinaan dan karantina bagi mahasiswa yang ingin menghafal Alquran. Terdapat 30 peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Pesertanya terdiri atas mahasiswa penerima beasiswa tahfidz maupun bukan penerima beasiswa tahfidz. Seperti diketahui, UNAIR memberikan pembebasan biaya pendidikan selama beberapa semester bagi para mahasiswa penghafal Alquran. Syaratnya, hafalan minimal sebanyak lima juz.

Program itu dilaksanakan pada tanggal 1–7 Agustus. Selama tujuh hari di karantina, peserta harus memenuhi target hafalan sebanyak 5–10 juz.

Pembukaan program tersebut dihadiri Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN.; Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Tahfidzul Qur’an (UKM TQ), Drs. Musa; serta segenap pembina kelas tahfidz. Dr. Hadi menyebutkan bahwa Dauroh Tahfidz dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin memantapkan hafalan.

Excellence with Qur’an ini sangat luar biasa. Bagaimana kita menjadi manusia yang tidak hanya cerdas, namun juga memiliki akhlak yang berpedoman pada Alquran,” katanya.

Sementara itu, Drs. Musa mengapresiasi semangat peserta dalam mengikuti program tersebut. Di tengah kesibukan dan kegiatan kampus yang cukup padat, rupanya, tak sedikit mahasiswa yang sengaja meluangkan waktu untuk menghafalkan Alquran.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat meningkatkan dan menjaga hafalan dalam rangka syi’ar. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang belajar Alquran dan mengajarkannya,” tuturnya.

Peserta Dauroh Tahfidz dibagi dalam tiga kelompok. Setiap kelompok didampingi beberapa orang liaison officer (LO) yang ditugasi untuk menyimak hafalan dan menyemangati peserta.

Selain itu, ada kegiatan mulai shalat Tahajud berjamaah, halaqah, murajaah (mengulang) hafalan, hingga ujian hafalan. Selama seminggu ke depan, peserta akan tinggal dan melakukan aktivitas di Masjid Ulul Azmi UNAIR.

Mereka tidak diperkenankan untuk menggunakan alat komunikasi selama karantina berlangsung. Kegiatan tersebut akan ditutup dengan khataman 30 juz pada Selasa, tanggal 7 Agustus mendatang. (*)

 

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’I