Universitas Airlangga Official Website

Risiko Gangguan Kognitif pada Penderita Diabetes dengan Periodontitis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus meningkat prevalensinya di Indonesia. Selain berdampak pada metabolisme tubuh, diabetes juga berkaitan dengan berbagai komplikasi kronis, termasuk gangguan kognitif. Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah Mild Cognitive Impairment (MCI), yaitu penurunan fungsi daya ingat dan kemampuan berpikir yang lebih ringan dibandingkan demensia, namun berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut, khususnya penyakit gusi atau periodontitis, dapat berperan dalam meningkatkan risiko gangguan kognitif pada penderita diabetes. Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis pada jaringan pendukung gigi yang sering ditemukan pada pasien diabetes akibat gangguan kontrol gula darah. Peradangan kronis ini tidak hanya berdampak lokal di rongga mulut, tetapi juga dapat memicu peradangan sistemik yang memengaruhi organ lain, termasuk otak.

Sebuah studi eksploratif yang dilakukan pada pasien diabetes tipe 2 berusia 40 tahun ke atas meneliti hubungan antara tingkat peradangan gusi dan risiko MCI. Tingkat peradangan gusi diukur menggunakan Periodontal Inflamed Surface Area (PISA), yaitu indikator yang menggambarkan luas jaringan gusi yang mengalami peradangan aktif. Sementara itu, risiko MCI dinilai melalui pemeriksaan darah yang mengukur sejumlah biomarker yang berhubungan dengan fungsi kognitif dan proses neurodegeneratif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes dengan tingkat peradangan gusi yang lebih tinggi memiliki risiko MCI yang lebih besar dibandingkan mereka yang kondisi gusinya lebih sehat. Sebagian besar pasien dengan peradangan gusi berat tergolong dalam kelompok berisiko mengalami gangguan kognitif. Selain itu, peningkatan peradangan gusi juga berkorelasi dengan perubahan kadar protein darah yang diketahui berperan dalam perlindungan jaringan otak.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa peradangan kronis berperan penting dalam proses penurunan fungsi kognitif. Penanda inflamasi seperti C-reactive protein (CRP) dan interleukin-6 (IL-6) diketahui meningkat pada kondisi periodontitis dan diabetes, serta berhubungan dengan gangguan pada mekanisme perlindungan otak. Dengan demikian, penyakit gusi dapat menjadi salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam upaya pencegahan gangguan kognitif.

Meskipun penelitian ini masih bersifat awal dan melibatkan jumlah subjek yang terbatas, hasilnya memberikan implikasi penting bagi kebijakan kesehatan. Upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut perlu diintegrasikan dalam pengelolaan diabetes, tidak hanya untuk mencegah kehilangan gigi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan otak.

Pendekatan pelayanan kesehatan yang komprehensif, meliputi pengendalian diabetes, perawatan periodontal rutin, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut, diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko gangguan kognitif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

Artikel ilmiah ini telah dipublikasikan di Dentistry Journal, bulan Desember tahun 2025.

Penulis: drg. Aulia Ramadhani, M.Kes

Judul  : Periodontitis and Mild Cognitive Impairment Risk in Diabetic Patients: Insights from an Exploratory Analysis

Link    : https://www.mdpi.com/2304-6767/13/11/505 Â