Universitas Airlangga Official Website

Run for Hope dan Webinar Inklusif CHARITY 2025 Ajak Masyarakat Peduli Sesama

Rezki Achyana membagikan wawasan praktis dan strategi inklusi bagi penyandang disabilitas kepada peserta CHARITY 2025. (Foto: Penulis)
Rezki Achyana membagikan wawasan praktis dan strategi inklusi bagi penyandang disabilitas kepada peserta CHARITY 2025. (Foto: Penulis)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/11/2025) sukses menyelenggarakan CHARITY 2025 dengan tema “Walking with Compassion, Speaking with Understanding For a World Where Everyone Belongs” melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/11/2025). Acara ini menghadirkan Rezki Achyana, CEO Parakerja dan Forbes 30 Under 30 Asia, yang membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai inklusi sosial. Ratusan mahasiswa, dosen, dan masyarakat mengikuti webinar ini, mereka yang ingin memahami kesetaraan dan keberagaman. Peserta juga diberi kesempatan bertanya secara interaktif, sehingga diskusi berjalan dinamis.

Inklusi dan Kesetaraan Menurut Rezki Achyana

Rezki menekankan bahwa inklusi bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga kesempatan setara, pelatihan, dan dukungan sosial. Ia mengatakan, “Seringkali masyarakat memandang keterbatasan sebagai hambatan, padahal setiap orang memiliki kemampuan unik yang bisa diberdayakan.” Rezki juga menekankan prinsip “nothing about us without us”, menambahkan, “Penyandang disabilitas harus dilibatkan dalam setiap keputusan yang memengaruhi hidup mereka.” Teknologi digital dapat membantu partisipasi penyandang disabilitas di pendidikan dan pekerjaan, termasuk akses ke platform pembelajaran online dan peluang kerja fleksibel.

Poster Run for Hope 6K CHARITY 2025 yang akan berlangsung pada 16/11/2025. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Kolaborasi dan Edukasi untuk Lingkungan Inklusif

Rezki menekankan pentingnya kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan perusahaan untuk membangun lingkungan inklusif. Ia menyatakan, “Kita perlu menyediakan fasilitas aksesibel, program pelatihan, dan peluang partisipasi aktif.” Edukasi masyarakat penting untuk menghapus stigma, sehingga penyandang disabilitas bisa berkontribusi produktif dan dalam kehidupan sosial mereka mendapat penerimaan. Menurut Rezki, setiap langkah kecil masyarakat membawa perubahan besar, dan kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan program inklusi. Ia juga menyoroti peran komunitas mahasiswa dan organisasi non-profit dalam mendukung kegiatan sosial agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.

Selain webinar, CHARITY 2025 menghadirkan kegiatan Run for Hope 6K pada Minggu (16/11/2025), pukul 05.00 WIB di Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga. Acara ini bukan sekadar lari, tetapi langkah nyata untuk berbagi. Seluruh hasil akan menuju ke Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus, Pocak, Sidoarjo. Peserta menerima Run Kit berupa jersey, BIB number, drawstring bag, medali, dan refreshment. Setiap kilometer yang telah peserta tempuh menjadi berarti bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini mempererat solidaritas komunitas dan menginspirasi masyarakat untuk aktif berkontribusi. Selama acara, peserta mendapat kesempatan berinteraksi dengan relawan dan mentor, sehingga pengalaman lari lebih bermakna dan edukatif.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto