UNAIR NEWS – BEM Universitas Airlangga melaksanakan rangkaian Safari Kampus 2025 sebagai wadah penyerapan aspirasi dan penguatan sinergi mahasiswa lintas kampus. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pengurus BEM universitas untuk membangun tata kelola organisasi yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan civitas akademika.
“Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan ruang komunikasi yang transparan, responsif, dan adaptif di setiap kampus. Sehingga, setiap suara mahasiswa dapat terdengar, dikaji, dan ditindaklanjuti secara sistematis,” Ujar Abid Omar dalam sambutan pembuka.
Kampus Dharmahusada A Sebagai Gerbang Awal Safari BEM
Kegiatan Safari Kampus bermula pada Minggu (21/9/2025) di Ruang Propadeus Kampus A Universitas Airlangga. Mahasiswa dari berbagai program studi hadir mengenakan almamater untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), mahasiswa membahas isu seperti keterbatasan dosen pengajar, jadwal kuliah yang sering berbenturan dengan pengganti hari libur (PHL), serta minimnya ruang ORMAWA untuk kegiatan organisasi.

“Forum FGD menghadirkan mahasiswa dari berbagai program studi untuk membahas isu-isu yang selama ini menjadi perhatian mereka. Mulai dari isu keterbatasan jumlah dosen pengajar hingga keterbatasan ruang ORMAWA,” Ujar Zifa selaku Ketua BEM UNAIR 2025.
Selain itu, mahasiswa mengusulkan penambahan area parkir, akses sekretariat BEM selama 24 jam, serta penyediaan ruang belajar alternatif. BEM Universitas Airlangga menindaklanjuti seluruh masukan tersebut melalui sistem Satu Aksi Airlangga sebelum membahasnya bersama pihak rektorat.
Penguatan Sinergi dan Layanan Akademik
Safari Kampus berlanjut di Kampus Dharmawangsa-B pada Minggu (12/10/2025) bertempat di Ruang Maleo, Gedung Ex Farmasi. Mahasiswa dari berbagai ORMAWA aktif menyampaikan aspirasi mereka melalui forum diskusi terbuka.
Isu yang menjadi pembahasan meliputi perubahan status program studi D-III menjadi D-IV di Fakultas Vokasi, fasilitas mushola, ketersediaan tempat sampah, akses Wi-Fi, serta sistem administrasi SIPARU. Para Mahasiswa juga menyoroti gangguan sistem Hebat E-Learning, penyesuaian UKT, dan keterbatasan fasilitas parkir.
“BEM Universitas Airlangga memastikan semua aspirasi divalidasi dan diteruskan kepada pihak rektorat, dekanat, dan unit terkait,” Tegas Adit sebagai Menkominfo BEM UNAIR 2025.
Lanjut Menembus Kampus Banyuwangi
Beberapa pekan sebelumnya, pada Sabtu (4/10/2025), Safari Kampus berlangsung di Gedung Mojo, Kampus FIKKIA Banyuwangi. Mahasiswa aktif menyuarakan berbagai kebutuhan, terutama terkait fasilitas dasar dan dukungan aktivitas organisasi. Aspirasi yang muncul antara lain peningkatan ruang baca, optimalisasi mushola, perbaikan AC di ruang kelas, serta penerangan kampus untuk kegiatan malam hari.
“Harapan agar kampus buka hingga malam hari dengan penerangan yang memadai juga menjadi topik penting. Hal itu agar kegiatan organisasi maupun rapat mahasiswa dapat berjalan lancar,” Terang Melvin Wakil Ketua BEM UNAIR 2025.
Selain itu, mahasiswa menyoroti kebutuhan sekretariat HIMA yang terpisah, pembangunan aula, serta perangkat pendukung seperti mikrofon dan proyektor. BEM Universitas Airlangga mencatat semua masukan dan berkomitmen menyampaikannya dalam forum duduk bareng bersama rektorat.
Penulis: Samudra Luhur Pambudi
Editor: Kukuh Ragil Imanto
