UNAIR NEWS – Kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UPN Veteran Jatim disambut hangat oleh keluarga besar BEM Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Pada kunjungan yang berlangsung Rabu (14/6) di Ruang Gondowardoyo Gedung A FH UNAIR itu, keduanya saling bertukar informasi terkait struktur keorganisasian BEM dari masing-masing fakultas.
Zainur Rasyidi Ramadhani selaku presiden BEM FH UNAIR dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan dari BEM UPN karena memilih FH UNAIR sebagai tempat visitnya.
“Terimakasih atas kunjungan dari BEM FH UPN. Kami bangga karena mendapat kunjungan ini. Semoga hubungan baik ini dapat berlanjut, dan di sini kita dapat saling berbagi ilmu satu sama lain,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Dhany itu.
Dalam kunjungan itu, pertama, terdapat pemaparan struktur organisasi BEM FH UNAIR Kabinet Gotong Royong serta tupoksi masing-masing dari setiap kementerian yang ada. Di BEM FH UNAIR sendiri memiliki lima Badan Pengurus Harian (BPH). Kemudian di dalam kementerian, terdapat delapan kementerian, antara lain Kementerian Pengabdian Masyarakat, Komunikasi dan Informasi, Intra Kampus, dan Ekonomi Kreatif.
“Dalam Kementrian Kominfo terbagi menjadi tiga divisi, yakni divisi Jurnalistik, Editing, Serta Hubungan Luar. Kami sengaja memberikan kewenangan kepada Menteri untuk membagi maupun membuat kementrian sedemikian agar menunjang program kerjanya,” tutur Dhany.
Tidak jauh berbeda dengan kementrian yang berada di BEM FH UNAIR, BEM FH UPN juga memiliki delapan kementrian yang terdiri dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Seni dan Olahraga, Ekonomi Kreatif, Komunikasi dan Informasi, Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Hubungan antar Lembaga dan Mayarakat, Sosisal Politik dan Hukum, serta Pendidikan.
Selain BEM, pemaparan juga disampaikan oleh Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dari FH UNAIR maupun FH UPN. Setelah pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Diharapkan kegiatan yang berlangsung selama tidak kurang dari tiga jam ini dapat memperkuat jalinan silaturahmi antar keduanya. Selain itu, ilmu-ilmu yang telah didiskusikan dapat bermanfaat untuk perkembangan kedua organisasi. (*)
Penulis : Pradita Desyanti
Editor : Binti Q. Masruroh





