UNAIR NEWS – Momen Idulfitri merupakan momen yang tepat untuk kembali menyambung tali silaturahmi. Setelah lama tidak bertegur sapa dengan rekan maupun handai tolan, Idulfitri menjadi waktu yang sangat dinantikan. Memanfaatkan momen Lebaran yang bertepatan dengan libur kuliah, Airlangga Bojonegoro Community (ABC) mengadakan kegiatan ABC Riyayan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (19/6) di rumah salah seorang anggota ABC.
Indra Pratama Arifin Saputra selaku koordinator kegiatan itu menuturkan, ABC merupakan salah satu organisasi mahasiswa daerah yang menempuh kuliah di Universitas Airlangga. Organisasi tersebut beranggota seluruh mahasiswa UNAIR yang berasal dari Bojonegoro. Termasuk mahasiswa yang memiliki ikatan dengan Bojonegoro.
“ABC ini merupakan organisasi mahasiswa daerah yang berasal dari Bojonegoro yang kuliah di UNAIR. Berdiri sejak 7 Mei 2006,” tambah mahasiswa Ilmu Politik UNAIR angkatan 2016 itu.
Mengenai kegiatannya saat Lebaran, Indra mengakui bahwa ABC menggelar kegiatan yang bernama ABC Riyayan. Kegiatan tersebut, lanjut dia, menjadi ajang temu kangen, silaturahmi, sekaligus sharing antar-anggota, pengurus, dan alumni ABC.
“Jadi, ABC riyayan sendiri termasuk agenda rutin,” ujarnya.
Kegiatan tersebut, menurut Indra, merupakan cara pengurus ABC untuk menyambung silaturahmi antara-anggota ABC. Di samping juga menyambung silaturahmi dengan alumni. Kegiatan itu juga bertujuan menumbuhkan rasa memiliki kota tercinta dan ABC.
“ABC ini bertujuan memperbesar sense of belonging terhadap Bojonegoro dan ABC tentunya,” katanya.
Kegiatan yang dikemas seperti halalbihalal tersebut dihadiri 81 peserta. Yang terdiri atas anggota dan pengurus ABC sendiri. Selain itu, turut hadir majelis pertimbangan organisasi dan alumni yang menambah kemeriahan serta kesakralan acara tersebut.
“Harapan saya ke depan, agenda riyayan ini harus tetap diadakan. Sebab, pada acara riyayan ini, antusias dari teman-teman ABC untuk berpartisipasi sangat besar. Dan, juga sebagai ajang menyambung tali silaturahmi antara-alumni ABC,” tuturnya. (*)
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Feri Fenoria Rifa’i





