“Peran Indonesia Dalam G20 Untuk Kesetaraan Vaksin Di Afrika”
Assalaamu ‘alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, wa syukrulillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’ien.
Hadirin yang berbahagia
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir pada FORUM KAJIAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI 2022 ini dalam keadaan sehat wal-afiat.
Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan bersama para ahli dari Universitas Airlangga yang ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan FORUM KAJIAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI 2022 yang mengusung tema “Peran Indonesia dalam G20 untuk Kesetaraan Vaksin di Afrika” bisa berjalan dengan sebaik-baiknya hingga selesai.
Hadirin yang berbahagia
Kita tahu, pengembangan ilmiah beberapa vaksin untuk mengatasi Pandemi COVID-19 mengalami sukses luar biasa. Tujuh vaksin sejauh ini telah disetujui untuk penggunaan secara darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Di Indonesia, evaluasi efektivitas vaksin COVID-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19, serta mengurangi upaya perawatan dan kematian bagi para tenaga kesehatan. Studi tersebut dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021 .
Hadirin yang berbahagia
Sayangnya, secara global, alokasi vaksin tidak merata. Sebanyak 64,4% populasi negara-negara maju telah mendapatkan vaksinisasi lengkap, sementara penduduk negara berpenghasilan rendah hanya 14.7% persen. Hal ini dikarenakan pasokan vaksin dunia yang terbatas sehingga sulit diakses oleh negara-negara miskin, sebagaimana dialami oleh negara-negara di wilayah Afrika Sub-Sahara.
Bahkan sejak sebelum adanya pandemi COVID-19, Afrika Sub-Sahara telah memiliki banyak tantangan permasalahan kesehatan seperti penyakin HIV, ebola dan malaria telah. Kawasan ini telah menanggung beban permasalahan kesehatan dengan angka tertinggi di dunia dan hanya memiliki alokasi dana publik yang rendah untuk penanganannya.
Maka, ketika pandemi seperti COVID-19 muncul, dampak yang ditimbulkan semakin memperparah kondisi Afrika di tingkat sosial maupun ekonomi. Pandemi COVID-19 juga memundurkan kemajuan yang telah bertahun-tahun diupayakan dalam memerangi berbagai penyakit seperti malaria, ebola dan HIV. Namun, hal terburuk dari pandemi ini adalah ketika vaksin sangat dibutuhkan, Afrika justru berada di posisi paling belakang dalam antrian internasional yang cukup panjang.
Hadirin yang berbahagia
Dari hal tersebut, kesenjangan vaksin itu membutuhkan perhatian dan upaya nyata dari seluruh dunia untuk membantu Afrika mendapatkan vaksin yang dibutuhkan, tidak terkecuali Indonesia. Upaya Indonesia untuk meningkatkan kesetaraan vaksin bagi seluruh negara yang membutuhkan telah diupayakan dalam berbagai forum internasional, khususnya melalui Presidensi Indonesia dalam G20. Untuk itu, kami berharap pada forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) ini secara umum untuk bisa merumuskan rekomendasi kebijakan luar negeri tentang strategi peningkatan peran Indonesia khususnya pada Presidendi G20 untuk mendorong kesetaraan vaksin di Afrika.
Hadirin yang berbahagia
Akhirnya, saya ucapkan selamat berkonferensi, dan semoga ini semua merupakan kontribusi kita semua untuk masyarakat dan kita semua selalu dalam ridha Allah SWT.
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Rektor,
Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT. Ak