Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.
Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.
Yang terhormat,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,
Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,
Sekretaris Universitas Airlangga,
Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,
Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,
Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,
Saudara – Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy. – Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati – Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan) Magister Administrasi Rumah Sakit., dan Para undangan serta hadirin yang berbahagia.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy., dalam bidang ilmu Akuntansi Kelanjutan dan Tata Kelola. Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati dalam bidang ilmu Paleoantropologi. Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan) Magister Administrasi Rumah Sakit., dalam bidang ilmu Glioma Molecular and Surgery.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Dengan pengukuhan ini, Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy., menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis aktif ke-37, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-584, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-292 dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 83 serta H-index: 12. Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati., menjadi Guru Besar Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik aktif ke-22, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-585, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-293 dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 15 serta H- index: 4. Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan) Magister Administrasi Rumah Sakit., menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran aktif ke-128, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-586, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-294, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 39 serta H-index: 6.
Semoga pengukuhan guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian universitas yang sangat penting. Dengan dikukuhkannya tiga guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di dunia yang kini telah raih di posisi 345 terbaik dunia.
Untuk Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy. Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati. Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan), Magister Administrasi Rumah Sakit., UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlangga akan semakin besar. Setelah memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy. Dalam orasinya menjelaskan bahwa Kita semua mengerti, bahwa dari tahun ke tahun, perkembangan teknologi selalu tidak terbendung. Sebut saja, akhir-akhir ini ada ChatGPT yang bisa menjawab pertanyaan ujian dalam mata kuliah tertentu. Bahkan, ChatGPT bisa digunakan mahasiswa untuk membuat sebuah skripsi yang kualitasnya tidak kalah bilamana dikerjakan secara konvensional. Namun, selain perkembangan teknologi dapat mempermudah umat manusia, kita tidak dapat memungkiri, peran pekerjaan manusia akan semakin tergantikan oleh teknologi.
Kita tentunya mengakui bahwa teknologi mengubah akuntan tetapi menariknya akuntan juga mengubah teknologi. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa akuntan telah menjadi revolusioner sepanjang sejarahnya terutama dalam hal mendorong adopsi dan adaptasi teknologi baru. Seiring dengan revolusi industry yang mengubah kecepatan dan kompleksitas bisnis, akuntan menjadi garda terdepan untuk beradaptasi dengan cepat guna memastikan sistem yang ada dapat dipercaya dan berkelanjutan.
Menyadari hal ini, akademisi akuntansi harus mengambil peranan krusial mereka, yaitu mengubah kurikulum akuntansi kita, dari yang bersifat sangat teknis menjadi lebih strategis. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan daya saing dan menyiapkan kebutuhan pasar tenaga kerja. Secara rata-rata, kurang lebih hanya 13% mata kuliah yang bersifat strategis di kurikulum S1 akuntansi beberapa universitas terkemuka. Padahal universitas memiliki peran penting untuk mempersiapkan pilar fundamental dari semua yang diajarkan untuk memungkinkan mahasiswa dapat memecahkan masalah di dunia nyata terlepas dari jalur karir yang akan diambil.
Transformasi ini penting, karena keberlanjutan itu multi-disiplin, sehingga akuntan perlu memahami bidang-bidang keilmuan lainnya secara strategis. Akuntan kedepannya harus memahami bahwa keberlanjutan, mulai dari ESG hingga SDG merupakan kombinasi dari banyak keilmuan dan yang bertanggung jawab meramunya adalah akuntan. Selain itu, teknologi juga telah menggantikan peran teknis dari akuntan, dan teknologi memiliki kapasitas yang lebih besar, dalam konteks teknis. Seorang ahli keberlanjutan tidak perlu menjadi akuntan, tetapi seorang akuntan perlu menjadi ahli keberlanjutan dan mereka harus memulainya.
Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati. Dalam orasinya dijelaskan bahwa Manusia yang tinggal di wilayah tropis memiliki ciri berbeda dengan mereka yang tinggal di wilayah sub-tropis atau wilayah beriklim dingin. Mereka yang tinggal di wilayah dataran tinggi memiliki ciri berbeda dengan yang tinggal di wilayah dataran rendah. Teman-teman kuliah meminta rambut saya untuk melihat warna rambut, bentuk rambut dan juga DNA yang dapat diambil dari akar rambut. Berdasar pengetahuan tentang rangka, saya mulai tertarik mempelajari bioarkeologi yang merekam kehidupan manusia pada masa Holosin.
Sekitar 10.000 tahun yang lalu, awal Holosin, bumi semakin stabil sehingga semakin banyak ruang hidup yang terbuka. Disini lah awal ledakan budaya karena ditemukannya sumber-sumber pangan baru yang membawa manusia modern mengubah cara hidupnya dari nomaden ke sedenter. Masyarakat mulai berkembang, membentuk kelompok-kelompok kekuasaan, lalu berkembang menjadi masyarakat yang lebih kompleks. Lebih jauh, sirih pinang dapat mengakibatkan timbulnya kanker mulut, terutama jika mengonsumsi buah pinang yang masih segar. Temuan arkeologis di beberapa wilayah di Indonesia mengindikasikan praktik sirih pinang yang dapat dilacak dari warna gigi dan residu sirih pinang. Sejauh yang dapat diamati AMTL adalah kejadian yang paling sering ditemui pada tengkorak prasejarah. Lepra/kusta sudah ditemukan di wilayah NTT sejak sekitar 2.500 ribu tahun yang lalu.
Apakah ini suatu kebetulan atau ada kaitannya dengan migrasi yang masuk di Indonesia. Perlu studi lanjut dengan pendekatan yang lebih modern.
Penelitian yang dilakukan oleh Oliviera dkk tentang pola migrasi di wilayah Wallacea berdasarkan genome di Indonesia menunjukkan bahwa wilayah utara dan selatan memiliki pengaruh migran yang berbeda. Modifikasi gigi yang dapat diamati pada temuan rangka di seluruh Indonesia dapat digolongkan dalam beberapa bentuk, yaitu pencabutan, peruncingan, pengurangan pada permukaan oklusal dan labial, bahkan ada pola ukiran seperti berlian dan juga menyerupai gigi anjing. Berdasarkan kesamaan pola modifikasi gigi, diduga terdapat pengaruh dari populasi migran yang datang dari Asia. Tampaknya migrasi yang datang ke wilayah NTT ini berlapis sehingga varian-varian lain juga ditemukan, misalnya varian pengurangan bagian labial. Tentu hipotesis ini perlu diperdalam untuk membuktikan populasi mana saja yang sudah bermigrasi ke wilayah NTT di masa lalu.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Orasi ketiga atau yang terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan), Magister Administrasi Rumah Sakit. Dalam orasinya dijelaskan bahwa Tumor otak berdasar asal sel tumor dibagi menjadi dua, yaitu tumor otak primer dimana sel tumor berasal dari sel sel yang membentuk otak dan yang ada di rongga kepala, dan tumor otak skunder, bila sel tumor berasal dari luar rongga kepala. Kegawatan pada penderita tumor otak sampai saat ini masih menjadi masalah besar utamanya di negara kita. Pelayanan kesehatan yang belum merata keberadaan dan kemampuannya, keterbatasan sarana, dan SDM, serta literasi masarakat tentang tumor otak yang masih harus terus di tingkatkan, menjadi tanggung jawab kita bersama. Khususnya tenaga kesehatan yang berkecimpung dalam penanganan tumor otak. Pada dasarnya kondisi mengancam jiwa atau kegawat daruratan pasien tumor otak adalah akibat dari, peningkatan tekanan dalam rongga kepala, kejang, dan penambahan masa tumor akut yang menekan dan merusak struktur vital di otak.
Munculnya gejala dan tanda tidak selalu lengkap. Adanya salah satu atau salah dua dari gejala atau tanda, sudah seharusnya penderita memeriksakan diri pada dokter yang bertanggung jawab pada penyakit tersebut. Dr Ahli Saraf atau Ahli Bedah Saraf. Kegawatan pada penderita bedah saraf, ditandai memberatnya gejala yang ada dan tidak jarang diikuti penurunan kesadaran secara gradual. Dua-tiga hari atau satu minggu, dan makin memberat. Penurunan kesadaran yang mendadak dalam waktu menit atau detik, lebih sering akibat penyakit pembuluh darah otak. Mengapa penderita tumor otak dapat masuk dalam fase gawat darurat..yang mengancam jiwanya. Hal ini perlu difahami dan di tangani secara benar.
Penyebab kegawata daruratan lain pada penderita tumor otak adalah akibat penambahan masa tumor yang mendadak merusak struktur otak yang menjaga kesadaran kita. Kesasaran manusia di jaga oleh integritas dari apa yang disebut ARAS (Ascending Reticular Activating System ). Ini suatu sistim yang terdiri dari serat serat yang mengubungkan antara saraf penerima, reseptor di seluruh tubuh khususnya di telinga, kulit, otot dan mata dengan seluruh permukaan otak. Managemen tumor otak sudah sangat berkembang khususnya di RSUD Dr Soetomo. Penanganan operasi yang terencana dan gawat darurat dengan dukungan alat alat modern seperti mikroskop operasi, neuronavigasi, steriotaksis dan lain lain pendukunya, serta kehandalan SDM dalam suatu tim yang kompeten dan solid makin memberikan harapan penyelamatan pasien tumor otak. Namun pemahaman tentang tumor otak terutama kegawatannya menjadi sesuatu keniscayaan bagi masarakat untuk Bersama meningkatkan angka harapan hidup dan meminimalkan kecacatan akibat tumor otak.
Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Iman Harymawan, Sarjana Ekonomi., Master of Business Administration., Doctor of Philosophy. Prof. Doctor of Philosophy Toetik Koesbardiati. Prof. Dr. Joni Wahyuhadi, dokter Sepesialis Bedah Saraf (Konsultan), Magister Administrasi Rumah Sakit., bisa memberikan manfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.
Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.
Billahitaufiqwalhhidayah
Wassalaamu’alaikumwr.wb.
Rektor,
Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.