Universitas Airlangga Official Website

Sambutan Rektor Pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar Universitas Airlangga 31 Agustus 2022

Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.

Yang terhormat,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,

Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,

Sekretaris Universitas Airlangga,

Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,

Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,

Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,

Saudara Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance. Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM. Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi. Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan.dan Para undangan serta hadirin yang berbahagia

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance., dalam bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM, dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran. Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi, dalam bidang Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan, dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance., menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis aktif ke-28, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-558, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-266, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 13 serta H-index: 3. Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM., menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran aktif ke-122, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-559, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-267 dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus:110 serta  H- index: 19. Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi., menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis aktif ke-29, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-560, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-268, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 26 serta H- index: 6. Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan., menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran ke-123, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-561, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-269, dan memiliki Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 48 serta H- index: 4.

Semoga  pengukuhan  guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian universitas yang sangat penting.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di dunia yang kini telah raih di posisi 369. Selanjutnya, tambahan sumber daya ini juga diharapkan mampu mendorong mimpi bersama yang sedang kita rancang yakni masuk pada jajaran 100 kampus terbaik di Asia. Masuk sebagai 369 WCU dan 100 Kampus terbaik Asia bukan sekadar untuk sebuah kebanggaan saja. Namun yang lebih penting dari itu adalah proses panjang yang menunjukkan bahwa UNAIR menjadi universitas yang bisa menyiapkan calon-calon generasi mendatang karena mendidik mahasiswa melalui kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.

Untuk Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance; Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM; Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi; Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan; UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlangga akan semakin besar. Setelah  memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Pada pidato pengukuhan tadi, Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance; menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul PENGURANGAN EMISI KARBON DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN: SEBUAH KAJIAN TEORITIS DAN EMPIRIS DALAM PERSPEKTIF ILMU KEUANGAN. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa Salah satu isu utama dalam sustainable finance yang banyak dikaji oleh para peneliti bidang keuangan adalah tentang pengaruh pengungkapan aktivitas pengurangan emisi karbon terhadap kinerja keuangan perusahaan. Respon dunia internasional dalam rangka mengurangi emisi karbon dan perubahan iklim adalah dengan dibentuknya Conference of Parties (COP) yang merupakan pengambil keputusan tertinggi dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Dari sudut pandang sustainable finance theory, pengurangan emisi karbon dapat berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, karena aktivitas pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh perusahaan akan ditangkap sebagai signal positif bagi para investor serta didapatkannya dukungan dan legitimasi dari seluruh stakeholder-nya ketika perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya. Dukungan dan legitimasi dari seluruh stakeholder ini akan membuat perusahaan dapat menjalankan aktivitas bisnisnya secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan keuangannya. Dalam perspektif sustainable finance theory yang ditopang dengan teori lainnya seperti signalling theory, legitimacy theory dan stakeholder theory memaparkan bahwa aktivitas pengurangan emisi karbon memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja keuangan.

Dari semua paparan dapat ditarik kesimpulan bahwa demi menjaga kelangsungan hidup perusahaan, diperlukan pengungkapan aktivitas-akitivitas yang merujuk dalam pengurangan emisi karbon sebagai salah satu bentuk mitigasi terhadap kerusakan lingkungan, sekaligus penanganan terhadap tekanan masyarakat perihal kerusakan lingkungan. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendorong seluruh perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pengurangan emisi karbon. Bagi perusahaan yang melakukan upaya dalam pengurangan emisi karbon, pemerintah dapat memberikan reward berupa insentive pajak sebagai wujud apresiasi terhadap perusahaan.

Selanjutnya, orasi guru besar disampaikan oleh Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM; dengan judul EPIDEMIOLOGI MOLEKULAR SEBAGAI TEROBOSAN BARU DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS,  KETEPATAN ERADIKASI HELICOBACTER PYLORI DAN SKRINING KANKER LAMBUNG. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa lebih dari setengah populasi dunia telah terinfeksi H. pylori. Yang menarik, penelitian kami di Surabaya menemukan tingkat infeksi H. pylori yang rendah yaitu sebesar 11,5%. Helicobacter pylori adalah bakteri yang hidup berkoloni pada lambung manusia dan telah terbukti menjadi agen penyebab penyakit gastritis (Maag), ulkus peptikum, limfoma lambung dan kanker lambung. Penemuan bakteri ini telah mengubah paradigma seluruh dokter di dunia bahwa berbagai penyakit tersebut tidak hanya disebabkan oleh pola diet, gaya hidup yang tidak tepat dan obat-obatan, tetapi ada peran penyakit infeksi. Indonesia termasuk negara dengan risiko kanker lambung yang rendah, kondisi mukosa lambung yang parah telah diamati pada beberapa kelompok etnis. Temuan ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan di Indonesia harus memperhatikan kelompok etnis dengan risiko tinggi kanker lambung, terutama untuk skrining kanker lambung secara berkala dan eradikasi H. pylori yang efektif. Pemerintah Indonesia, Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia dan kelompok riset terkait harus memfokuskan penelitian pada kelompok etnis yang berisiko tinggi. Termasuk pendirian pusat endoskopi dan pusat riset fokus pada pencegahan kanker lambung.

Resistensi atau kebal antibiotik merupakan masalah kesehatan yang serius terutama dalam eradikasi H. Pylori di Indonesia dan dunia. Penelitian kami pada tahun 2016 tentang kerentanan antibiotik H. pylori di Indonesia mendapatkan hasil bahwa H. pylori yang di isolasi dari Pulau Jawa dan Bali memiliki tingkat resistensi clarithromycin lebih besar dari 15% yang merupakan batas resistensi yang ditetapkan, yaitu masing-masing 21,4% dan 16,7%. Sehingga kami mengusulkan regimen alternatif lain, seperti furazolidone, rifabutin, dan sitafloxacin, sebagai upaya menanggulangi peningkatan resistensi levofloxacin. Demikian juga jumlah rumah sakit di Indonesia yang mampu memberikan layanan endoskopi saluran cerna terbatas hanya 313 rumah sakit, itupun sebagian besar di Pulau Jawa. Dengan demikian, penggunaan diagnosis invasif di Indonesia memiliki banyak kendala karena ketersediaan yang terbatas. Dengan terbatasnya jumlah alat dan ahli endoskopi di Indonesia yang hanya terpusat di Jawa, maka harus diimbangi dengan memperbanyak validasi pemeriksaan noninvasif di Indonesia untuk mendeteksi keberadaan H. pylori, terutama di daerah dengan prevalensi H. pylori yang rendah.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Paparan orasi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi., dengan judul SIKLUS BISNIS DI INDONESIA: KEBIJAKAN MAKROEKONOMI YANG ADAPTIF MENGHADAPI ERA VUCA. Dalam orasinya dijelaskan bahwa Indonesia dalam 60 tahun terakhir telah mengalami kondisi ekonomi yang cukup fluktuatif. Sejak tahun 1961 hingga tahun 2021, setidaknya terdapat 12 fase perlambatan ekonomi yang pernah dialami oleh Indonesia, dan tercatat 3 kali Indonesia mengalami kontraksi dan secara ekonomi terpuruk hingga pertumbuhannya negatif di angka -2,24% di tahun 1963, -13,13% pada tahun 1998, dan -2,07% di tahun 2020. Dimulai dengan fase kontraksi tahun 1963 yang disebabkan oleh supremasi pertimbangan politik di atas ekonomi sehingga terhadi hiperinflasi. Kemudian, pada akhir tahun 1960an, pemerintahan di bawah Orde Baru menghadapi ekonomi yang merosot dan inflasi tinggi, produksi pangan tidak mampu mengikuti pertumbuhan penduduk, serta lapangan kerja terbatas. Kejayaan ekonomi pada 1980-an terhenti saat krisis ekonomi Asia tahun 1998. Kebijakan liberalisasi dan deregulasi yang telah diimplementasikan seakan menjadi bomerang bagi Indonesia karena adanya external shock dari Thailand. Pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia anjlok ke level -13,13%, inflasi meroket menjadi 78%, yang dimotori terutama oleh kenaikan harga-harga makanan yang meningkat 118%.

Beberapa dekade terakhir terjadi kemajuan yang sangat pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat semua pihak baik di dunia bisnis, pemerintah, maupun masyarakat menghadapi fenomena yang saat ini kita kenal dengan volatility, uncertainty, complexity, ambiguity (VUCA). Pada akhirnya, histori krisis yang pernah melanda Indonesia menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam penyusunan strategi kebijakan mitigasi dan preventif dalam menanggulangi krisis, khususnya di era VUCA. Saat sistem ekonomi menjadi semakin volatile, manajemen risiko dan kesiapsiagaan perlu dilakukan. Saat terjadi uncertainty, sumber daya manusia yang telah terbangun dapat menggunakan secara efektif teknologi informasi untuk mengumpulkan potensi-potensi perubahan struktural yang mungkin terjadi sehingga dapat memperkecil ketidakpastian. Dengan adanya complexity, sumber daya manusia yang terspesialisasi akan berperan penting dalam mengidentifikasi sistem yang kompleks. Ambiguity juga dapat diatasi dengan metode eksperimen yang tentu membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan penelitian dan pengembangan (research and development, R&D). Melalui proses penelitian yang mendalam, potensi penyebab dan akibat dari adanya krisis dapat terdeteksi, sehingga strategi mitigasi pun dapat disusun dengan baik.

Terakhir, orasi disampaikan oleh Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan., dengan judul PERAN IMUNOTERAPI DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DUNIA. Dalam orasinya dijelaskan perubahan iklim adalah pola cuaca dan iklim yang berubah dalam jangka waktu lama. Perubahan iklim didefinisikan sebagai kondisi yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang memengaruhi komposisi atmosfer global, dalam variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu. Efek rumah kaca dan polusi udara bersama-sama meningkatkan suhu rata-rata di seluruh dunia. Perubahan iklim meningkatkan polutan di udara, air dan tanah. Perubahan iklim juga memodifikasi sebaran alergen tungau debu yang menyebabkan kambuhnya alergi pernapasan dalam waktu yang lama. Peradangan kronis pada awal kehidupan (di masa janin dan bayi) akan mengganggu perkembangan otak anak jangka panjang, yang meliputi gangguan kognitif dan perilaku. Selain itu gangguan proses belajar dan penyimpanan memori di otak di masa depan juga terjadi karena rusaknya proses persarafan yang penting untuk fungsi perilaku dan fungsi kognitif.

        Peradangan kronis oleh alergi yang terjadi dalam tahun pertama kehidupan berhubungan dengan rendahnya skor perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial-emosi pada usia 2 tahun. Peradangan kronis usia dini berhubungan dengan rendahnya skor IQ saat dewasa. Semua kondisi itu bisa terjadi karena sistem kekebalan dan otak saling berkomunikasi baik pada kondisi sehat maupun sakit. Dengan perubahan iklim, Indonesia dan sebagian besar wilayah lain di dunia menjadi daerah dengan paparan alergen tungau debu rumah yang tinggi. Penggunaan imunoterapi alergi tungau debu rumah perlu di perluas ke seluruh dunia. Ekstrak alergen untuk imunoterapi yang berkualitas dengan harga terjangkau sudah lama bisa diproduksi oleh RSUD Dr. Soetomo.  Menurut hasil banyak penelitian yang dilakukan oleh RSUD Dr. Soetomo bersama Universitas Airlangga, produk ekstrak alergen untuk imunoterapi tersebut efektif dan aman. Dalam rangka mitigasi perubahan iklim, Universitas Airlangga bersama RSUD Dr. Soetomo dapat melaksanakan berbagai penelitian dan pengembangan imunoterapi, serta menginisiasi produksi ekstrak alergen imunoterapi dalam skala besar untuk kebutuhan seluruh Indonesia dan dunia.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. Muhammad Madyan, Sarjana Ekonomi., Magister Science., Master of Finance. Prof. Muhammad Miftahussurur, dokter., Magister Kesehatan., Spesialis Penyakit Dalam- Konsultan Gastroenterologi Hepatologi., Ph.D. FINASIM. Prof. Dr. Rudi Purwono, Sarjana Ekonomi., Magister Science Ekonomi., Prof. Dr. Anang Endaryanto, dokter., Spesialis Anak Konsultan., bisa memberikanmanfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.

Billahitaufiqwalhhidayah

Wassalaamu’alaikumwr.wb.

Rektor,

Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.