Assalaamu ‘alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, wa syukrulillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’ien.
Hadirin yang berbahagia
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir pada UI GreenMetric Service Package 2 nd Assessment Meeting ini dalam keadaan sehat wal-afiat.
Hadirin yang berbahagia
Diperlukan perubahan sistem besar-besaran bila umat manusia ingin mencegah dampak negatif yang dihasilkan oleh krisis iklim. Terdapat seabrek langkah mitigasi, salah satunya adalah membangun ekosistem yang berkelanjutan di suatu institusi.
Hadirin yang berbahagia
Institusi perguruan tinggi tentunya mengantongi amanah untuk mewujudkan ekosistem berkelanjutan, mengingat mereka mengemban peran dalam produksi pengetahuan yang diperlukan untuk mitigasi krisis iklim. Oleh karena itu, adanya Universitas Indonesia Green Metric (UIGM) bisa menjadi indikator internasional yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia, untuk mengukur seberapa besar usaha perguruan tinggi dalam mewujudkan ekosistem berkelanjutan.
Hadirin yang berbahagia
Dalam metodologi penilaiannya, kita semua tahu bahwa UI Green Metric membagi penilaian universitas menjadi enam kriteria, yaitu: 1) pengaturan dan infrastruktur; 2) energi dan perubahan iklim; 3) sampah; 4) air; 5) transportasi; dan 6) edukasi dan penelitian. Indikator tersebut sudah hadir sejak 2010, dan telah eksis 956 universitas di seluruh dunia yang berpartisipasi dalam UIGM per 2021. Salah satunya adalah UNAIR.
Hadirin yang berbahagia
UNAIR terus berupaya untuk berpartisipasi dengan baik pada UI Green Metric. Salah satunya, dengan adanya Keputusan Rektor UNAIR No.2911/UN3/2016 yang mengatur terkait pembatasan penggunaan kendaraan, jalan, dan biaya masuk kendaraan di lingkungan UNAIR. Keputusan tersebut merupakan bagian rencana untuk meningkatkan poin kriteria transportasi, dimana UNAIR berhasil menyabet skor yang baik (87,5%).
Tak hanya di sektor transportasi, UNAIR juga berhasil memperoleh skor memuaskan di kriteria
pengaturan dan infrastruktur (88,3%), serta kriteria air (85%). Untuk kriteria terkait edukasi dan
penelitian, UNAIR memperoleh skor yang sangat baik – yakni 91,67%. Sementara ada beberapa sektor yang masih perlu kami tingkatkan lebih baik lagi.
Hadirin yang berbahagia
Terakhir, proses yang kita lakukan bersama-sama sebagai upaya untuk mewujudkan ekosistem keberlanjutan. Kerja sebaik-baiknya dalam upaya menyelamatkan bumi ini, dengan membangun ekosistem yang sehat di UNAIR, di Indonesia, dan Dunia.
Hal ini yang seharusnya kita dorong bersama-sama demi mewujudkan ekosistem keberlanjutan yang bermanfaat bagi generasi penerus kita.
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Rektor,
Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT. Ak.