n

Universitas Airlangga Official Website

Sambutan Rektor pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar 28 Desember 2022

Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.

Yang terhormat,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,

Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,

Sekretaris Universitas Airlangga,

Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,

Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,

Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,

Saudara Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan.

Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of Development., Doctor of Philosophy. Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science. Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., dan Para undangan serta hadirin yang berbahagia

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan., dalam bidang Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi pada Fakultas Kedokteran; Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of Development., Doctor of Philosophy., dalam bidang Ilmu Ekonomi Produksi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science., dalam bidang Ilmu Farmakologi Veteriner pada Fakultas Kedokteran Hewan; Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., dalam bidang Ilmu Strategi Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan., menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran aktif ke-123, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-561, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-269, dan Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 46 serta H- index: 10. Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of Development., Doctor of Philosophy., menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis aktif ke-30, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-562, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-270, dan Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 18 serta H-index: 5. Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science., menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan aktif ke-37, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-563, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-271, dan Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 18 serta H- index: 5. Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-31, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-564, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-272, dan Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 23 serta H-index: 2.

Semoga  pengukuhan  guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian universitas yang sangat penting.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di dunia yang kini telah raih di posisi 369. Selanjutnya, tambahan sumber daya ini juga diharapkan mampu mendorong mimpi bersama yang sedang kita rancang yakni masuk pada jajaran 100 kampus terbaik di Asia. Masuk sebagai 369 WCU dan 100 Kampus terbaik Asia bukan sekadar untuk sebuah kebanggaan saja. Namun yang lebih penting dari itu adalah proses panjang yang menunjukkan bahwa UNAIR menjadi universitas yang bisa menyiapkan calon-calon generasi mendatang karena mendidik mahasiswa melalui kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.

Untuk Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan., Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of Development., Doctor of Philosophy., Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science., Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlangga akan semakin besar. Setelah memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan., dengan judul REKAYASA JARINGAN SEBAGAI INOVASI TERAPI DI BIDANG ORTHOPAEDI. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa Dewasa ini, ilmu kedokteran regeneratif sedang berkembang dengan sangat pesat. Tujuan utama dari ilmu kedokteran regeneratif adalah melakukan regenerasi pada jaringan atau organ yang rusak oleh karena trauma atau berbagai macam penyakit. Strategi pendekatan terapi pada ilmu kedokteran regeneratif sangat bergantung dari jaringan atau organ apa yang mengalami kerusakan oleh berbagai penyakit dan juga besarnya defect yang terjadi. Strategi tersebut merupakan bisa merupakan terapi sel, baik dengan sel punca maupun sel matur (cells-based therapy) dan bisa juga rekayasa jaringan, yakni dengan menggunakan kombinasi biomaterial, baik natural maupun sintetis, dengan sel punca maupun sekretomnya.

Pada kondisi-kondisi tertentu, diperlukan penambahan faktor-faktor pertumbuhan yang bisa menginduksi sel residen dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki lingkungan mikro yang rusak, namun sampai saat ini penggunaannya masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, seperti penentuan dosis yang sulit, pada saat proses penyembuhan merupakan orkestrasi dari banyak faktor-faktor pertumbuhan sehingga pemberian hanya satu faktor pertumbuhan diragukan keefektivitasannya, serta harganya yang mahal. Metode rekayasa jaringan dengan menggunakan kombinasi biomaterial sebagai scaffold, sel (termasuk sel punca), dan juga protein telah menjadi harapan baru dalam mengatasi defect yang terjadi akibat penyakit pada sistem muskuloskeletal. Komposit ini akan memperbaiki defect yang terjadi melalui proses regenerasi dan menghindari terjadinya sikatrik sehingga diharapkan dapat mengembalikan fungsi jaringan yang rusak. Biomaterial yang terbaik adalah yang berasal dari jaringan manusia, tetapi karena terbatasnya jumlah donor, maka penulis mengembangkan jaringan tulang yang disebut bone graft dari tulang sapi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan terhadap tulang sapi, ternyata memiliki kemiripan dengan jaringan manusia. Bone graft yang berasal dari tulang sapi telah diproduksi dengan skala industri oleh perusahaan farmasi.

Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of Development., Doctor of Philosophy., dengan judul TANTANGAN INDUSTRI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI PEREKONOMIAN GLOBAL. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa Pandemi Covid-19 yang kemudian diikuti oleh krisis energi telah menyebabkan keterpurukan perekonomian dunia yang pada akhirnya juga berimbas pada perekonomian Indonesia. Tingginya harga minyak mentah dan gas di pasar internasional akibat krisis energi telah menghambat laju pemulihan ekonomi secara global. Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat penggunaan biodiesel sebagai alternatif energi menjadi semakin kompetitif. Minyak kelapa sawit merupakan bahan dasar pembuatan biodiesel dan merupakan energi yang ramah lingkungan. Namun, kebutuhan minyak kelapa sawit dunia belum dimanfaatkan secara penuh oleh industri minyak kelapa sawit Indonesia. Untuk itu, kebutuhan pasar yang besar terhadap minyak kelapa sawit membuka peluang dan tantangan bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi dan dan memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Perhitungan efisiensi penggunaan lahan dengan metode SFA dan efisiensi produksi serta efisiensi skala dengan metode DEA telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa masih bahwa jumlah usaha perkebunan yang dapat memanfaatkan lahannya secara optimal sangat sedikit,  rata-rata skor efisiensi penggunaan lahan di setiap provinsi di Indonesia relatif sama. Pemanfaatan lahan oleh rumah tangga usaha perkebunan kelapa sawit masih bisa ditingkatkan. Hasil perhitungan efisiensi produksi dan efisiensi skala dalam mengelola minyak kelapa sawit dengan metode DEA menunjukkan bahwa masih banyak perusahan minyak kelapa sawit baik CPO maupun PKO yang belum mengoptimalkan produksinya. Ini menunjukkan ada potensi yang besar bagi perusahaan-perusahan minyak kelapa sawit untuk melakukan efisiensi produksi atau efisiensi skala sehingga bisa meningkatkan outputnya secara maksimal tanpa harus menambahkan input baru. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan minyak kelapa sawit dunia maka peningkatan produksi minyak kelapa sawit dapat dilakukan dengan penggunaan faktor input yang lebih efisien, optimalisasi skala produksi melalui peningkatan keterampilan dan kualitas pekerja serta dukungan kemajuan teknologi melalui pengembangan R&D.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

            Orasi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science., dengan judul KAJIAN ETNOFARMAKOLOGI VETERINER SEBAGAI

KEMOPREVENTIF KARSINOGENESIS. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa Proses pengembangan obat dari etnomedisin atau Etnofarmakologi biasanya dimulai dengan ahli botani, ahli etnobotani, ahli etnofarmakologi atau ahli ekologi tumbuhan, yang mengumpulkan dan mengidentifikasi tumbuhan yang diminati. Berdasarkan pertimbangan ini, etnofarmakologi didefinisikan sebagai “eksplorasi ilmiah interdisipliner dari agen aktif biologis yang secara tradisional digunakan atau diamati oleh manusia”. Tujuan etnofarmakologi adalah untuk menyelamatkan dan mendokumentasikan warisan budaya penting sebelum hilang, dan untuk menyelidiki dan mengevaluasi agen yang digunakan. Dengan demikian, ini memainkan peran yang sangat besar dalam evaluasi produk alami, dan lebih khusus lagi obat-obatan herbal dari sumber daya tradisional.

            Herbal atau tanaman obat yang dimanfaatkan untuk pengobatan hewan dikaji dalam suatu kajian ilmiah yang dinamakan Etnofarmakologi Veteriner. Dengan kata lain, Ethnofarmakologi Veteriner merupakan suatu kajian atau evaluasi ilmiah terhadap pengetahuan lokal masyarakat tradisional tentang penyakit dan pengobatan hewan. Etnofarmakologi Veteriner idealnya harus memiliki empat syarat, yaitu mudah diakses; mudah disiapkan dan dijalankan; berbiaya rendah dan murah, bila perlu gratis; dan merupakan bagian dari budaya tradisional masyarakat setempat. Etnofarmakologi veteriner memungkinkan memberikan peluang tidak hanya dalam mengatasi beberapa kasus penyakit, tetapi juga pemanfaatannya pada pemuliabiakan ternak, dari berbagai macam aspek khususnya meningkatkan performa ternak seperti berat badan, konsumsi pakan, produksi telur dan daging. Setelah beberapa uji senyawa asal tanaman obat pada berbagai penyakit pada hewan dan ternak serta kebutuhan pemuliabiakan ternak, maka tidak menutup kemungkinan dikembangkannya beberapa teknologi sesuai kebutuhan yang semakin dinamis, diantaranya Teknologi Nanoformulasi, untuk mendapatkan senyawa aktif berkhasiat yang secara farmakologis lebih efisien dan efektif; Teknologi Probiotik, dengan memanfaatkan mikroorganisme non patogen, baik tunggal maupun kombinasi  dengan mikroflora; dan Pemanfaatan Teknologi Nuklir, dengan pengembangan teknologi drug discovery dan development untuk hewan maupun manusia dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode tracer, salah satunya tracer radioaktif dan fluoresecens serta bioluminescence.

            Orasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., dengan judul UMKM PADA SOCIETAL 5.0. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa UMKM mempunyai peran penting dalam perekonomian, pemberdayaan UMKM menjadi kunci keberhasilan dalam perekonomian global. Di Indonesia UMKM berkontribusi 99% dari total kegiatan bisnis dan 97% berkontribusi pada lapangan pekerjaan (www.Kemenkeu.go.id).

Sekarang ini masuk pada era societal 5.0, Kehidupan masyarakat berbasis pada teknologi,( tekno.tempo.co).  UMKM perlu menyusun strategi bisnis disesuaikan dengan perilaku konsumennya. Kehidupan konsumen yang erat dengan penggunaan teknologi, maka UMKM harus ramah dalam penggunaan teknologi jika ingin tetap eksis.  Digitalisasi UMKM bukan pilihan tapi menjadi keharusan.

Pandemic sudah berakhir, orang sudah aktif berkegiatan diluar kembali, sehingga effect pandemic darling sudah mulai hilang.  Beberapa  perusahaan start up banyak dicintai saat pandemic mulai berjatuhan, dikarenakan konsumen sudah tidak bgtu cinta pada bisnis online lagi.  Hal ini dapat dilihat dari GoTo, shopee, melakukan PHK masal, dan tutupnya beberapa perusahaan starup lainya seperti sayurbox.  Ketika masa pandemic  sudah selesai, tidak semua orang akan kembali pada perilaku lama seperti belanja offline. Ada banyak konsumen yang tetap mencintai online karena kebiasaan baru saat pandemic. Sehingga akan tercapai keseimbangan baru antara pembelian online dan pembelian ofline. UMKM perlu menggunakan omnichannel yang memadukan antara pembelian online dan offline. UMKM harus menyesuaikan strategi bisnisnya dengan perubahan lingkungan secara berkeanjutan. Pada era societal 5.0 yang mana konsumen tidak lepas dari teknologi. Digitalisasi UMKM bukan merupakan pilihan, tapi menjadi kewajiban untuk bisa eksis dipasar global. 

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. Ferdiansyah, dokter., Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan., Prof. Doktoranda. Economi. Dyah Wulan Sari, Master of Economics of  Development., Doctor of Philosophy., Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, dokter hewan., Magister Science., Prof. Dr. Sri Hartini, Sarjana Ekonomi., Magister Science., bisa memberikanmanfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.

Billahitaufiqwalhhidayah

Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Rektor,

Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.