UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali meluluskan putra putri terbaiknya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Pada Rabu (20/7), bertempat di Aula Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, sebanyak 98 mahasiswa spesialis-1 angkatan ke-117, dilantik menjadi dokter spesialis baru.
Pelantikan dokter spesialis-1 tersebut dihadiri oleh Rektor UNAIR, Sekretaris UNAIR, Direktur Rumah Sakit UNAIR, Dekan FK dan jajaran pimpinan fakultas serta departemen, dan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo.
Sebelum acara pelantikan dimulai, sederet lulusan yang berprestasi dibacakan oleh Ketua Sub-komite Seleksi Sertifikasi dan Pelantikan, dr. Widodo, Sp.PD, K-GH, FINASIM. Prestasi yang dibacakan antara lain peraih nilai tertinggi ujian nasional bidang bedah plastik dan rekonstruksi di Makassar pada 28 Mei 2016, dr. Diah Rahmawati, Sp.BP-RE, dan peraih ujian nasional bidang bedah saraf, dr. I Gede Anom, Sp.BS, dan juara I poster ilmiah bidang bedah saraf se-Asia pada Maret 2016, dr. Taufik Faturahman, Sp.BS.
Sejak tahun 2002 hingga bulan Juli 2016, jumlah lulusan dokter spesialis yang telah dididik oleh pengajar FK UNAIR mencapai 2.694. Pada periode Juli 2016, jumlah departemen yang paling banyak meluluskan dokter spesialis adalah Departemen Ilmu Penyakit Dalam sebanyak 15 orang, disusul Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi sebanyak 12 orang, dan Departemen Radiologi sebanyak 12 orang.
Dalam prosesi pelantikan dokter spesialis, para lulusan baru mendapatkan Berbagai wejangan yang disampaikan oleh jajaran tamu yang hadir. Wakil Direktur RSUD Soetomo, misalnya, berpesan agar lulusan dokter spesialis menjunjung etika kedokteran dan senantiasa mengutamakan kepentingan penderita. Sedangkan, Dekan FK UNAIR dalam sambutannya mengatakan, diharapkan lulusan dokter spesialis bisa menerapkan softskill dengan baik.
“Kalian harus bisa menjadi leader, dan berkomunikasi dengan baik dengan dokter-dokter dari berbagai daerah,” tutur Prof. Soetojo.
Ia juga berpesan, agar para lulusan baru tetap melakukan riset kesehatan. Menurutnya, kegiatan riset bisa berdampak terhadap perbaikan pelayanan kesehatan. “Kalau kalian memiliki riset yang bagus setelah berada di daerah, kirimkan ke FK UNAIR. Nanti kita akan coba proses ke jurnal yang terakreditasi,” imbuh Prof. Soetojo.
Sebagai penutup, Rektor UNAIR mengucapkan selamat kepada para lulusan baru dokter spesialis. Prof. Nasih juga berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya RSUD dr. Soetomo, yang telah memberikan jalan bagi proses lulusan spesialis.
“Dengan dikukuhkannya saudara-saudara sebagai tenaga profesional baru, diharapkan bisa meningkatkan daya saing bangsa Indonesia,” tutur Prof. Nasih. (*)
Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Dilan Salsabila





