n

Universitas Airlangga Official Website

Sastrawan Seno Gumira Ajidarma Tegaskan Peran Bahasa dalam Hidup Berbangsa

Sastrawan Seno Gumira Ajidarma saat memberikan materi bersama Dr. Ni Wayan Sartini, M.Hum., di Aula Siti Parwati FIB UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Peran bahasa dalam kehidupan manusia sangat beragam. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga menjadi identitas kebangsaan bagi setiap manusia. Menanggapi isu kebahasaan yang selalu berkaitan dengan kebangsaan, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Universitas Airlangga, menggelar seminar bertema “Bahasa dan Sastra Sebagai Media Memanusiakan Bangsa dan Membangsakan Manusia”.

Seminar yang digelar di Aula Siti Parwati FIB UNAIR pada Selasa (8/11), mengundang dua tokoh penting dunia sastra dan bahasa. Dari bidang bahasa, menghadirkan Dr. Ni Wayan Sartini, M.Hum., dan dari bidang sastra menghadirkan Sastrawan Nasional Seno Gumira Ajidarma. Seminar ini sekaligus dalam rangkaian acara Festival Bahasa dan Sastra.

Dalam paparannya, Wayan yang juga dosen Sastra Indonesia UNAIR tersebut menjelaskan, bahasa berpesan sebagai media untuk membangsakan masyarakat sekaligus media pembentuk karakter. Baginya, dalam hal membangsakan, bahasa dimaknai sebagai bentuk perwujudan sikap nasionalisme dan karakter bangsa.

“Mengapa bahasa itu hadir untuk membangsakan manusia? Karena bahasa berperan besar dalam menunjukkan identitas dan karakter. Ingat, dalam bahasa akan tergambar identitas seseorang,” jelasnya.

Perihal bahasa yang bisa menunjukkan ciri dan karakter, doktor Universitas Udayana Bali tersebut mencontohkan fenomena kebahasaan yang ada pada bahasa Jawa. Lapisan bahasa yang ada pada penutur Jawa menunjukkan pola kebudayaan yang mengajarkan tata komunikasi yang berbeda pada tiap tingkat usia dan golongan tertentu.

“Hal-hal seperti itulah yang menggambarkan pola kehidupan masyarakat Jawa,” tegasnya.

Melengkapi pernyataan Wayan, Seno doktor Ilmu Sastra Universitas Indonesia menekankan pentingnya peranan bahasa. Baginya, dalam kehidupan, bahasa bisa digunakan dalam segala aspek kehidupan. Dalam dunia intelektual misalnya, Seno memaparkan bahwa bahasa tidak hanya untuk komunikasi, tapi juga menjadi media yang menghubungkan berbagai realitias.

“Beragam realitas bisa dihubungkan dengan bahasa, baik sosial, kultural, maupun spiritual,” jelasnya.

Pria kelahiran Boston tersebut juga menjelaskan bahwa pertarungan perebutan klaim atas bahasa juga biasa terjadi dalam dunia sastra. Seno mencontohkan, karya Sapardi sastrawan era 80-an yang tidak memperdulikan makna dalam sebuah kata. Dari hal itu, Seno menyimpulkan bahwa kuasa setiap manusia atas bahasa itu menyimpan sebuah ideologi yang ingin ditanamkan.

“Dalam berbahasa, pertarungan akan mengklaim saling benar itu biasa. Semua bertarung karena di balik bahasa ada ideologi yang mengarahkan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Binti Q. Masruroh