Universitas Airlangga Official Website

Sejarawan UNAIR Ulas Pekerja Anak di Era Kolonial

Dr La Ode Rabani SS MHum, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga saat enyampaikan materinya pada Sabtu (26/7/2025). (Foto: Istimewa)
Dr La Ode Rabani SS MHum, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga saat enyampaikan materinya pada Sabtu (26/7/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Jawa Timur (Jatim) kembali mengadakan seminar. Kali ini, seminar MSI yang bertemakan Pekerja Anak pada Masa Kolonial turut mengundang Dr La Ode Rabani SS MHum, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga pada Sabtu (26/7/2025). Seminar itu juga turut menghadirkan Dr Hayu Adi Darmarastri, dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dr La Ode memaparkan materi tentang pekerja anak di luar Jawa pada masa kolonial. Ia membahas dua topik utama, yaitu alasan pemerintah kolonial mempekerjakan anak di Hindia Belanda (di luar Jawa) dan lingkup atau bidang pekerjaan anak di luar Jawa. 

Ia menjelaskan bahwa alasan pemerintah kolonial mempekerjakan anak di Hindia Belanda, terutama di luar Jawa, dapat dilihat melalui akar historis pekerja anak. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada masa kolonial terjadi peningkatan kebutuhan tenaga kerja dan eksploitasi masif di berbagai sektor ekonomi. “Beberapa realitas itulah yang mungkin melibatkan anak dalam proses kapitalisme,” ujarnya.

Terkait lingkup dan bidang pekerjaan anak di luar Jawa, La Ode memberikan beberapa lokasi dan pekerjaan yang dilakukan oleh anak. Ia menjelaskan bahwa anak-anak dipekerjakan di sektor ekonomi produktif. Ruang lingkup pekerjaan di antaranya perkebunan kelapa dan pengangkutan hasil rotan di Sulawesi serta perkebunan karet di Palembang.

La Ode juga menjelaskan bahwa pelibatan pekerja anak dalam proyek kolonial bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Ia menekankan bahwa kapitalisme telah menjadi “biang” dari pelibatan anak secara intensif dalam sistem ekonomi dunia yakni sebagai pekerja yang dieksploitasi, khususnya pada masa kolonial. 

“Saya kira, kapitalisme yang berjalan bareng dengan kolonialisme menjadi pemicu keterlibatan anak sebagai tenaga kerja,” ujarnya.

Di akhir, La Ode menyatakan bahwa topik pembahasan ini masih lahir dari diskusi panjang bersama Hayu. Beberapa pembahasan yang dipaparkan masih berada di tahap studi awal atau minim referensi. “Kalau ini kan studi yang masih sangat minim,” paparnya.

Penulis: Ahza Riga Falimbani

Editor: Khefti Al Mawalia