Universitas Airlangga Official Website

Sekolah Pascasarjana UNAIR Bahas Isu Kota Melalui Film La Nuit Des Idées

Sandra Vivier Direktur IFI Surabaya saat memberikan paparan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – La Nuit Des Idées menggelar acara Pemutaran Film dan Talkshow bertajuk Megacities: Sustainable Cities and Challenges pada Kamis (2/3/2023), di ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga (UNAIR).

Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Pascasarjana UNAIR bekerja sama dengan IFI Surabaya dan MegaCities – Shortdoc untuk melaksanakan pemutaran film dan talkshow bagi mahasiswa UNAIR. Lina Puryanti SS MHum PhD dalam pemaparan materi menjelaskan bahwasanya kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat sisi lain dari kota besar.

Film They Don’t Need to Know Menjadi Film Terfavorit

Dalam pemutaran film tersebut, ditayangkan kondisi-kondisi terpinggir beberapa kota diantaranya, Sao Paulo, Jakarta, Mumbai, Shanghai, Delhi, Bekasi, Paris, dan lain sebagainya. Pada tayangan tersebut terlihat banyak kehidupan orang pinggiran yang menjadi masalah dan membutuhkan penanganan, salah satunya film They Don’t Need to Know dari Jakarta. 

Film tersebut menayangkan kehidupan seorang pemulung lansia yang hidup dan tinggal di gerobak dorong pada bantaran sungai. Pemulung tersebut dengan kesadaran diri mengambil setiap sampah yang tersangkut di tepi sungai untuk menjaga aliran sungai.

Tidak heran jika dalam pemutaran film di Kota Surabaya film They Don’t Need to Know menjadi film terfavorit. Film tersebut dirasa mampu memberikan motivasi bagi penonton untuk tetap melakukan yang terbaik bagi kehidupan dan senantiasa bersyukur.

“Walaupun semua film memotivasi, namun film ini mampu mengetuk hati saya. Perjuangan kakek tersebut begitu mulia. Dengan keadaan yang kurang dari cukup namun tetap senantiasa tersenyum dan mengusahakan yang terbaik bagi kelangsungan hidup. Dia memikirkan kondisi sungai Jakarta yang sering tersumbat akibat sampah, sangat luar biasa,” tutur Syirly Aldira Syaifullah yang juga salah satu penonton.

Pembaharuan Pandangan Terhadap Kota

Kegiatan tersebut ditutup dengan pemaparan materi dari Sandra Vivier, Direktur IFI Surabaya dan pemateri dari Lina Puryanti SS MHum PhD, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR. Sandra Vivier membawakan materi yang bertajuk Lyon, From Industrial to Green City. Lyon dinobatkan sebagai kota industri nomor satu di Prancis dan banyak memiliki situs bersejarah sebagai warisan dunia. 

“Pada tahun 2021 sebanyak 13 persen pekerja di Lyon merupakan masyarakat lokal. Industri di kota tersebut masih terus akan berkembang. Projek Lyon membangun Lyon dengan ukuran dua kali lebih besar, namun tanpa menambah bangunan greenhouse yang berfungsi mengurangi emisi gas,” jelas Vivier.

Berbeda dengan Vivier, Lina Puryanti SS MHum PhD dalam materinya yang bertajuk Surabaya: Kampung in the Discourse of City Sustainability menyinggung keromantisan dan keharmonisan dari kampung Peneleh. Walaupun kampung Peneleh terdapat di kota besar, namun keharmonisan di kampung tersebut masih sangat kental.

Di Surabaya, lanjutnya, terkhusus kampung bersejarah seperti kampung Peneleh berdiri kontras dengan kompleks berskala besar. Kampung Peneleh menjadi kampung yang bersejarah dan multikultural menunjukkan adanya dinamika kebudayaan Surabaya. 

“Di kampung Peneleh terdapat museum H.O.S Cokroaminoto. Walaupun pemerintah membatasi kegiatan di Museum, namun penduduk setempat masih melakukan banyak kegiatan diskusi di sana dan mampu mengaturnya dengan cara mereka sendiri,” ungkap Lina.

Selain menyinggung terkait kampung Peneleh, di dalam diskusinya Lina menyinggung mengenai tempat-tempat romantis di Surabaya. Keromantisan Surabaya banyak ditemukan hanya dengan kesederhanaan. 

“Banyak keromantisan yang mudah ditemui di Surabaya dengan hal-hal kecilnya. Mengunjungi Kenjeran atau Taman Bungkul saat CFD dan berburu street food itu sudah menghadirkan suasana romantis di beberapa orang. Banyak keromantisan yang akan ditemui setelah berjelajah pada kampung-kampung di Surabaya,” tutupnya.

Penulis: Cahyaning Safitri

Editor: Nuri Hermawan