Universitas Airlangga Official Website

Semester Pertama Tiga Mahasiswa Termuda (Bagian I)

Mahasiswa termuda UNAIR
(Dari Kiri) Muhammad Faiz Awwaaluddin Al Mubarok, Andreas Novaldi Watang, dan Chaq El Chaq Zamzam Multazam di Fakultas Kedokteran UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Semua berada di luar rencana, tidak diduga. Bahkan tidak pernah menyangka bakal menjadi mahasiswa termuda. Itulah yang dirasakan tiga mahasiswa baru angkatan 2017 yang dinobatkan sebagai mahasiswa termuda Universitas Airlangga. UNAIR News berhasil menghimpun kisah tiga mahasiswa termuda yang kesemuanya berasal dari fakultas tertua di UNAIR, Fakultas Kedokteran.

Chaq El Chaq Zamzam Multazam, mahasiwa termuda pertama yang berbagi kisah semester pertamanya menjadi mahasiswa di FK UNAIR. Baginya, kehidupan menjadi mahasiswa banyak perbedaan yang sangat mencolok dibanding saat dia duduk di bangku SMA. Menurut mahasiswa  yang lahir pada 2 Oktober 2001 itu, banyak kegiatan yang harus dilakukan dengan bijak. Pasalnya, jika tidak bisa membagi prioritas kegiatan dengan bijak, bukan tidak mungkin bakal kesulitan menempatkan diri.

Tapi, poin pentingnya adalah kita bisa menata prioritas, baik urusan kampus, organisasi, maupun bersosialisasi dengan orang lain,” jelas Zamzam sapaan akrabnya.

Hal senada dilontarkan mahasiswa termuda selanjutnya. Ialah Andreas Novaldi Watang. Meski sempat berhenti setahun seusai lulus SMA, nyatanya status mahasiswa termuda masih dikantongi mahasiswa kelahiran 30 November 2001 itu. Waktu jeda selama satu tahun tidak ia sia-siakan. Dengan belajar lebih giat lagi tentang dunia kedokteran, mahasiswa yang akrab disapa Andreas tersebut selangkah lebih matang. Perihal pergaulan, ia juga tidak merasa kikuk meski usia jauh lebih muda. Namun, untuk urusan kesibukan pada awal kuliah, Andreas merasakan kesibukan yang luar biasa.

”Yang berat itu disuruh bangun pagi. Dulu waktu berhenti setahun jarang,” terangnya sembari tertawa. ”Yang penting untuk menyikapi kesibukan itu harus ada prioritas. Jangan lupakan akademik meski banyak kesibukan dan kegiatan,” papar Andreas.

Selanjutnya adalah Muhammad Faiz Awwaaluddin Al Mubarok. Mahasiswa termuda yang lahir 11 Desember 2001 itu memiliki kisah yang tidak jauh berbeda. Pada awal-awal masa kuliah, kesibukan yang menggunung sudah menjadi kesehariannya.

Meski memiliki postur tubuh lebih kecil dibanding rekan-rekannya, mahasiswa yang akrab disapa Faiz itu tidak merasa canggung jika harus bergaul dan membaur dengan rekan satu angkatan. Hal itu ditengarai sama dengan suasana yang telah pernah dirasakan sejak duduk di bangku SMP.

Sejak dari SMP dan SMA sudah terbiasa dengan teman yang lebih tua dua sampai tiga tahun. Jadi, tidak merasa canggung kalau urusan bergaul,” tutur mahasiswa yang menjalani kuliah sembari tinggal di pesantren tersebut.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria