UNAIR NEWS – Universitas Airlangga lewat Airlangga Global Engagement (AGE) bekerja sama dengan DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) mengadakan seminar bertajuk Research Landscape and Funding Opportunities in Germany. Seminar tersebut berlangsung di Ruang Kahuripan Gedung Kantor Manajemen Kampus MERR-C pada Jumat (12/05/2023).
Seminar dihadiri oleh Dr Guido Schnieders Director DAAD, Dina Septiani B Comm MComm PhD Deputy Director of Airlangga Global Engagement, Annisa Fitria Head of Research Science and Technology Section, German Embassy di Jakarta, dan Dr rer nat Maria Lucia Ardhani DL MPharm Sci dosen Fakultas Farmasi UNAIR.
Cakupan Riset
Annisa menjelaskan bahwa saat ini Jerman membuka kesempatan besar untuk melakukan penelitian dalam skala internasional. Melihat hal tersebut pihaknya menjelaskan beberapa focal points yang menjadi segmen utama dalam penelitian yang sedang berjalan di Jerman.
“Ada beberapa titik fokus penelitian yaitu riset dan teknologi kelautan, riset dan teknologi energi, riset dan teknologi antariksa, ilmu pengetahuan bumi, ilmu sosial dan humaniora, dan sains dan teknologi sebagai dasar pengembangan industri informasi dan dokumentasi ilmiah,” ungkap Annisa.
Tawarkan Kesempatan Beasiswa
Guido menjelaskan kerja sama Jerman-Indonesia juga memberikan benefit kepada mahasiswa dan dosen yang ingin melanjutkan studi serta riset penelitian ke Jerman. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan DAAD untuk mengakomodasi keperluan kerja sama akademik secara internasional.

“Kami menerima dengan baik mahasiswa dan dosen di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Jerman. Dalam kerja sama ini kami ingin memberikan kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan dan beasiswa universitas pilihan di Jerman,” jelas Guido.
Pengalaman Studi yang Berkesan
Maria menceritakan pengalamannya dalam menjalani studi Doctor Pharmaceutical Science Freie, Universitat Berlin di Jerman. Pihaknya memberikan testimonial selaku dosen yang melanjutkan studi di Jerman dengan pembiayaan dari Beasiswa DAAD.
Selanjutnya, Maria juga menambahkan bahwa kesempatan tersebut bisa membuka pemahaman lebih mendalam akan bidang studi yang sedang ia teliti. Ia juga mengajak audiens untuk bisa memanfaatkan peluang beasiswa studi ke luar negeri untuk bisa mendapatkan pemahaman secara global.
“Kesempatan explore yang beragam pada bidang studi yang dituju di Universitas Berlin, Jerman menjadi bekal sebagai dosen dan peneliti,” jelas Maria. (*)
Penulis : Satriyani Dewi Astuti
Editor : Binti Q Masruroh





