UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar Pengajian Ramadan seri ketiga yang berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan. Melalui kegiatan itu, UNAIR berupaya memperkuat spiritualitas civitas academica sekaligus menguatkan akhlak dan karakter dalam kehidupan akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD menyampaikan pesan penting mengenai peran generasi muda. Khususnya mahasiswa, dalam menuntut ilmu serta berkontribusi bagi bangsa.
Pentingnya Istiqamah Menuntut Ilmu
Dalam sambutannya, Prof Amin mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap istiqamah dalam menuntut ilmu.
Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan salah satu fondasi utama bagi kemajuan suatu negara. Generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik akan menjadi tulang punggung pembangunan di masa mendatang.
“Sebagai mahasiswa dan generasi muda, kita harus terus istiqamah dalam menuntut ilmu. Generasi muda adalah tulang punggung negara, sehingga ilmu menjadi hal yang sangat krusial,” ujar Guru Besar FPK UNAIR itu.
Ia juga menambahkan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari bentuk perjuangan atau jihad dalam perspektif Islam. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjadikan proses belajar sebagai prioritas utama agar mampu melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perkuat Persaudaraan
Selain menekankan pentingnya ilmu, Prof Amin juga mengingatkan bahwa sivitas akademika UNAIR perlu memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan kampus. Ia mengibaratkan hubungan antarumat muslim seperti sebuah bangunan yang kokoh.
Menurutnya, setiap individu memiliki peran untuk saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Ketika ada pihak yang melakukan kesalahan, civitas academica perlu saling mengingatkan. Sebaliknya, ketika terdapat hal yang baik, maka perlu diberikan apresiasi.
Ia menilai semangat saling mendukung tersebut penting untuk membangun lingkungan akademik yang sehat dan produktif. “Seluruh civitas academica harus menjalin persaudaraan yang kuat. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni perlu saling membantu dan berkolaborasi untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





