UNAIR NEWS – Industri farmasi kini menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dan memiliki dampak luas bagi kesehatan masyarakat global. Merespon peluang besar tersebut, Pusat Pengembangan Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar Airlangga Career & Internship Club bertajuk Navigating Your Career & Creating Impact in the Pharmaceutical Industry.
Webinar yang berlangsung secara daring melalui platform zoom meeting pada Rabu (4/3/2026) itu bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa dan alumni mengenai prospek karir di perusahaan biofarmasi global. Webinar itu menghadirkan Aziza Fitriani, Human Resource Business Partner dari AstraZeneca Indonesia sebagai narasumber utama.
Transformasi Layanan Kesehatan Melalui Inovasi Sains
Dalam paparannya, Aziza menjelaskan bahwa dunia farmasi saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar pembuatan obat-obatan. Sektor ini berfokus pada ekosistem penemuan, pengembangan, dan memastikan pasien mendapatkan akses terapi yang tepat secara efisien. Indonesia sendiri memegang peran strategis sebagai pasar farmasi terbesar di kawasan ASEAN dengan populasi lebih dari 270 juta penduduk yang membuka ruang lebar bagi inovasi layanan kesehatan.
“AstraZeneca terus berupaya memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia melalui berbagai terobosan, mulai dari bidang onkologi, kardiovaskular, pernapasan, hingga penanganan penyakit langka,” ujar Aziza. Ia juga menambahkan bahwa komitmen AstraZeneca di Indonesia telah berjalan selama lebih dari 54 tahun.
Peluang Karir Strategis dan Kompetensi Masa Depan
Lebih lanjut, Aziza membedah berbagai peran strategis yang tersedia bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya pada divisi Medical dan Marketing. Divisi Medical memegang tanggung jawab kritis dalam memastikan setiap produk didukung oleh bukti ilmiah yang akurat melalui peran seperti Medical Scientific Liaison. Disisi lain, divisi marketing berfokus pada posisi merek dan strategi pasar untuk memastikan solusi kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Untuk dapat bersaing di industri yang kompetitif ini, Aziza menekankan pentingnya penguasaan kompetensi multidisiplin. Selain pemahaman ilmiah yang kuat, para calon profesional dituntut memiliki keterampilan dalam manajemen proyek, kemampuan komunikasi yang adaptif, serta pola pikir analitis dan strategis.
“Industri farmasi masa depan membutuhkan talenta yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata melalui kolaborasi lintas fungsi,” pungkasnya. Melalui webinar yang diinisiasi PKKA UNAIR ini, harapannya mahasiswa dapat lebih siap dalam memetakan langkah karier dan berkontribusi secara profesional di kancah global.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





