Universitas Airlangga Official Website

Siapkan Wajah Pemimpin Baru, UNAIR Gelar LKMM Tingkat Lanjut

Peserta LKMM-TL UNAIR 2024 (Sumber: Rosita).
Peserta LKMM-TL UNAIR 2024 (Sumber: Rosita).

UNAIR NEWS – Siapkan wajah pemimpin baru gerakan mahasiswa, Universitas Airlangga (UNAIR) gelar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM-TL). Acara tersebut terselenggara di Arayana Resort Hotel, Trawas, Mojokerto pada Jumat – Minggu (7-9/6/2024). 

“Mahasiswa harus dipersiapkan untuk bisa menjadi pemimpin. Artinya kalian di sini nanti diharapkan dapat berlatih manajemen yang baik yang kemudian bisa diterapkan ke masyarakat,” ujar Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh, selaku wakil rektor bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni saat membuka acara. 

Pihaknya juga turut berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin. Mengingat mereka adalah peserta terpilih yang dipersiapkan untuk bisa membawa pengaruh terhadap arah gerak mahasiswa di UNAIR. 

Seluruh peserta mendapatkan pembekalan penuh selama tiga hari mengenai manajemen diri dan organisasi. Beberapa materi yang diberikan di antaranya penilaian indikator kesejahteraan, manajemen wacana publik, analisis dan diagnosis politik, sosial, ekonomi, dan budaya. 

Materi lain yang diberikan mengenai upaya membangun jiwa nasionalisme dan adaptif di era globalisasi. Beberapa materi lain mengulas kontribusi mahasiswa dalam mendorong visi Indonesia Emas.

“Dibutuhkan kolaborasi antar elemen seperti dosen dan mahasiswa agar tercipta kolaborasi nyata untuk menuju Indonesia Emas,” ujar Agus Widyantoro SH MH selaku salah satu narasumber. 

Materi lain sekaligus sebagai penutup pada LKMM TL 2024, disampaikan oleh Prof Dr M Hadi Shubhan, SH MH CN dengan topik “Mengembangkan Diri sebagai Mahasiswa yang Efektif”. Prof Hadi menyampaikan terkait pencapaian UNAIR yang naik peringkat menjadi 308 dalam QS World University Ranking. 

Prof Hadi juga memberikan delapan megatrend yang memegaruhi pendidikan tinggi dan mobilitas mahasiswa internasional hingga tahun 2030, serta pentingnya pengembangan hard skills dan soft skills. Prof. Hadi juga membahas tujuan pendidikan tinggi, yaitu mengembangkan potensi mahasiswa dalam integritas moral, kesehatan, keterampilan, pengetahuan, kreativitas, dan budaya. 

“Kita harus menerapkan konsep kebiasaan efektif seperti proaktif, berpikir menang-menang, dan sinergi untuk membantu mahasiswa menjadi individu yang lebih efektif dan berkontribusi positif dalam berbagai aspek kehidupan,” terang Prof Hadi. 

Tidak hanya mendapatkan materi dalam ruangan, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai dinamika sosial di masyarakat. Seluruh peserta dibagi menjadi tujuh kelompok dan dikirim ke beberapa dusun untuk menganalisis kondisi di masyarakat. Mahasiswa juga diharuskan membuat wacana publik untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat. 

Penulis: Rosita

Editor: Yulia Rohmawati