UNAIR NEWS – Melalui program PPK ORMAWA SIGAP, IMERCY FTMM Universitas Airlangga bersama BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penutupan program Smart Crab Farming di Desa Tanjangawan, Kabupaten Gresik, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pendampingan yang telah dilaksanakan selama tiga minggu sekaligus menjadi momentum evaluasi dan persiapan keberlanjutan program bersama masyarakat.
Kegiatan penutupan diisi dengan pemaparan oleh Kiki selaku perwakilan Tim PPK ORMAWA SIGAP mengenai berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa pendampingan. Pemaparan tersebut mencakup capaian program berdasarkan sejumlah indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Meskipun belum seluruh indikator tercapai, hasil evaluasi menjadi bahan refleksi bagi tim untuk menentukan langkah pengembangan program selanjutnya.
“Pendampingan selama tiga minggu ini menjadi proses untuk melihat sejauh mana program dapat diterima dan dilanjutkan oleh masyarakat. Harapannya, kelompok Smart Crab Farming dapat terus menjalankan program secara mandiri dan mengembangkan kegiatan ini secara berkelanjutan,” ujar Kiki.
Selain evaluasi capaian program, kegiatan juga membahas keberlanjutan Smart Crab Farming melalui kelompok masyarakat yang telah dibentuk dan memiliki struktur organisasi. Setelah masa pendampingan berakhir, pengelolaan program selanjutnya akan dilakukan oleh warga melalui kelompok Smart Crab Farming. Tim PPK ORMAWA SIGAP tetap akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk mendampingi perkembangan program.
Rangkaian penutupan turut ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol berakhirnya program pendampingan. Tim PPK ORMAWA SIGAP kemudian menyerahkan buku panduan SIGAP serta melakukan serah terima Vertical Crab House kepada Ketua Smart Crab Farming, Sukaeri.
Sebagai bagian dari evaluasi, warga turut mengisi kuesioner mengenai pelaksanaan program. Hasil kuesioner menjadi masukan bagi tim terkait penerimaan dan manfaat program yang dirasakan masyarakat. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kegiatan pendampingan berikutnya.
Berakhirnya masa pendampingan tidak menjadi akhir dari program SIGAP. Melalui kelompok masyarakat yang telah dibentuk, Smart Crab Farming diharapkan dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan di Desa Tanjangawan.
Berita ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
#SDG8 #SDG9 #SDG11 #SmartCrabFarming #SIGAP #PPKORMAWA #IMERCY #UNAIR #DesaTanjangawan #SDGsUNAIR
Editor: Neza Dwi Febrianti, Teknik Industri





