Universitas Airlangga Official Website

SIKIA UNAIR Gelar Kuliah Tamu Tentang Puskesmas dan NGO

Kegiatan kuliah tamu yang diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 5 prodi kesehatan masyarakat. (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan pembelajaran pada mata kuliah Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Banyuwangi menggelar kuliah tamu. Kegiatan yang bertemakan Praktik Baik Perencanaan dan Evaluasi Program Kesehatan pada Puskesmas dan NGO dilaksanakan pada Rabu (16/11/2022) melalui platform online zoom meeting.

Kegiatan yang berlangsung pada siang hari tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 5 Prodi Kesehatan Masyarakat UNAIR bersama pembicara. Pembicara yang hadir diantaranya Dwi Lailatul Fitria SKM selaku UPTD Puskesmas Sidomulyo Kediri, Maman Firmansyah SKM M Kes selaku Kepala Sub bagian keuangan dinas kesehatan Kabupaten Sampang, Nidya Eka Putri SKM M Kes Senior Program Officer Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives CISDI.

Kegiatan yang diawali dengan sambutan oleh Retno dan dilanjutkan oleh ketua pelaksana kegiatan kuliah tamu. Selaku ketua Syifaul Lailiyah SKM MKes menjelaskan beberapa tujuan dari dilaksanakanya kuliah tamu tersebut, seperti meningkatkan  pengetahuan tentang best practice perencanaan dan evaluasi program kesehatan di puskesmas.

“Hingga menambah pengayaan dalam penyusunan perencanaan dan evaluasi program kesehatan mata kuliah perencanaan dan evaluasi program kesehatan,” jelasnya.

Setelah itu, pembicara pada kuliah tamu Dwi Lailatul Fitria SKM selaku UPTD Puskesmas Sidomulyo Kediri yang membahas materi terkait praktik baik puskesmas dalam perencanaan dan evaluasi program kesehatan. Dwi menjelaskan, monitoring dan evaluasi sangat penting dilakukan guna memberikan data yang akurat yang dapat digunakan sebagai dasar analisa untuk perbaikan pelaksanaan program.

“Adapun program monitoring dan evaluasi pada puskesmas seperti halnya lokakarya mini, pertemuan mutu, laporan bulanan ke dinas kesehatan tingkat kabupaten,” paparnya.

Pemateri selanjutnya, Nidya membahas tentang bagaimana Non-Governmental Organization (NGO) dalam merencanakan dan mengevaluasi program kesehatan. Menurut Nidya, NGO adalah suatu organisasi yang tidak terikat oleh pemerintah namun akan membantu dengan output memberikan ide atau inovasi-inovasi pemerintah.

“NGO tidak dapat berdiri sendiri, yang mana proses atau outputnya nanti akan memberikan inovasi-inovasi baru pada pemerintah,” tuturnya.

Pada zoom meeting tersebut, Nidya juga menjelaskan bahwa NGO merupakan organisasi yang didirikan secara sukarelawan memberikan pelayanan masyarakat umum tanpa bertujuan memperoleh keuntungan dari kegiatannya.

Penulis: Midory Autake

Editor: Nuri Hermawan