UNAIR NEWS – Kementerian Riset dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga sukses mengadakan Airlangga Mentoring Vol. 2 Public Speaking. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang 2.08 Gedung Kuliah Bersama pada Sabtu (21/10/2023). Airlangga mentoring merupakan serangkaian kegiatan yang ber volume yang akan terus berlangsung hingga volume ke empat. Kali ini topiknya terkait debat.
Kegiatan ini menghadirkan Kevin Kesuma sebagai pemateri kedua yang menyampaikan informasi seputar debat. Melalui kesempatan tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi ini membagikan pengalaman-pengalaman yang dimilikinya kepada peserta mentoring.
Konsep Debat dan Public Speaking
Kevin berpendapat bahwa debat merupakan pertukaran pendapat antara dua kubu yaitu kubu pemerintah dan kubu oposisi. Sedangkan mosi merupakan topik yang sedang dibahas dan diperdebatkan.
Ada beberapa tahapan dalam debat yang formal mencakup case building dan debat itu sendiri. Case building adalah kesempatan bagi peserta untuk membangun sebuah kasus. Dalam proses case building meliputi identifikasi beban pembuktian, identifikasi aktor debat dan identifikasi argumen.
“Disini kita harus bisa mengidentifikasi orang yang melakukan hal itu apa kewajiban mereka, apa beban yang harus mereka lakukan dan apa tugas-tugas dari mereka” ujarnya
Kevin menyampaikan struktur debat meliputi identifikasi masalah, penawaran solusi, pemberian kerugian hingga penarikan konklusi. Identifikasi masalah menurutnya masih menjadi hal yang terpenting karena debat akan berguna jika penjelasan masalah dijabarkan secara jelas.
Menurut Kevin sikap dalam public speaking harus mencakup tiga yakni kepercayaan diri, artikulasi, dan kerendahan diri. “Untuk kepercayaan diri kalian harus memiliki pemahaman diri yang mendalam terhadap opini yang disampaikan” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kevin menambahkan bagaimana pentingnya artikulasi saat penyampaian pendapat harus bagus. “Kerendahan diri itu berarti kalian memiliki keinginan mendengar dan mengerti” tambahnya.

Simulasi Debat
Tidak hanya itu, keseruan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan latihan debat secara langsung dengan membagi peserta menjadi dua kubu yakni pro dan kontra. Mosi pun diberikan untuk kelangsungan simulasi ini.
Peserta mengikuti serangkaian kegiatan dengan antusias dan mengaku bahwa ini adalah kali pertama mengikuti pelatihan debat secara langsung. Meskipun pengalaman pertama, namun kegiatan dapat berlangsung dengan sistematis.
Di akhir kegiatan, Kevin memberikan tanggapannya kepada kedua tim. Dirinya memberikan saran dan arahan sesuai dengan hasil dari proses simulasi itu yang telah berlangsung. Kedua tim pun merasa puas dengan hasil kinerja antar anggota.
Sebagai tambahan informasi, Presiden BEM UNAIR Anang Jazuli, mengungkapkan bahwa kegiatan ini relevan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari mahasiswa UNAIR. Dengan terselenggaranya kegiatan ini harapannya tidak hanya bersifat eventual tetapi berkelanjutan.
“Jadi ini yang ingin diharapkan oleh teman-teman BEM UNAIR, jadi kami berusaha menyelenggarakan kegiatan yang bukan hanya satu kali dilaksanakan kemudian selesai. Tapi, ada berkelanjutan dari setiap kegiatan dan ada substansi dan kesinambungan acara.” tutur Anang.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





