n

Universitas Airlangga Official Website

Sinematografi Berkompetisi dalam Psikofest

Suasana screening film dalam Psikologi Festival Film (Psikofest).

NEWS UNAIR – Psikologi Film Festival yang memasuki tahun keenam menjadi ajang mengasah kreativitas mahasiswa. Dalam festival bertema ”Dialog Damai” kali ini, terdapat dua kategori, yaitu pelajar dan umum.

”Psikofest kali ini diikuti 135 peserta. Kategorinya terbagi menjadi dua. Yakni, fiksi umum dan pelajar. Pelajar ini mentok di SMK/SMA, sedangkan umum di atasnya,” tutur ketua Psikofest Abimanyu Suryo.

Senoaji Julius yang ditunjuk sebagai salah seorang juri dalam acara tersebut menyampaikan bahwa animo peserta dalam festival kali ini sangat tinggi. Dari beberapa festival film di kampus, lanjut dia, event tersebut termasuk salah satu yang tinggi animonya. Peserta sangat antusias serta memiliki kualitas yang bagus.

”Kualitas film yang masuk screening saja bagus. Kualitasnya setara dengan festival non kampus,” imbuhnya pada sela acara penjurian.

Karya mereka akan diperlombakan lagi di tingkat yang lebih bergengsi. Itu menjadi barometer bahwa karya sinematografi yang terlibat memiliki kualitas untuk berkompetisi. ”Mereka pantas untuk bisa berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya.

Soal tantangan dunia perfilman di Indonesia saat ini, menurut Seno, terus berkarya adalah jawabannya. Selain itu, dia menambahkan bahwa berbagai kesiapan mesti dilakukan dalam menghadapi perubahan pada era digital seperti saat ini.

”Bukan hanya alat produksinya, medium pemutaran hingga penonton yang semakin beragam menjadi PR filmmaker. Ini menjadi tantangan bagi mereka dan harus dijawab dengan karya,” imbuh peraih Piala Citra kategori film pendek 2013 tersebut.

Senada dengan Seno, Abimanyu menyatakan bahwa mempertemukan film indie dan penonton indie menjadi tantangan. Adanya suatu festival seperti itu dapat memberikan lebih banyak ruang dalam memajukan dunia perfilman di Indonesia.

”Semoga ruang semacam ini mendapat perhatian penentu kebijakan. Di samping bisa mengasah kreativitas, ruang semacam ini dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia,” sebutnya.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Feri Fenoria