Universitas Airlangga Official Website

Sinergi UNAIR-BRI Selenggarakan Program Deepening Desa BRIlian

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Soekaryo SH MM menghadiri pembukaan Program Deepening Desa BRILian Tahun 2022

UNAIR NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersinergi dengan Airlangga Executive Education Center (AECC) menyelenggarakan Program Deepening Desa BRILian Tahun 2022. Pembukaan program tersebut dilaksanakan secara daring pada Senin (25/4/2022). Hadir menjadi pembicara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Soekaryo SH MM.

Program Desa BRILian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh Bank BRI bersama AEEC. Program ini menjadi komitmen BRI dalam mengembangkan desa binaan. 

Jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur Tertinggi se-Indonesia. (Sumber: Tangkapan Layar Zoom Meetings)

Dalam kesempatan itu Soekaryo menyampaikan status dan kemajuan desa-desa di Jawa Timur melalui program BUMDes. Pada tahun 2021, ucapnya, Jawa Timur meraih Desa Mandiri Tertinggi se-Indonesia dengan jumlah 697 desa. Di tahun yang sama, lima desa di Jawa Timur berhasil masuk 10 besar Status IDM Mandiri.

“Sungguh ini kinerja yang sangat baik agar desa-desa tidak lagi bergantung pada bantuan pusat. Jika desa mandiri akan lebih leluasa membangun desanya sendiri dari dana yang dikelola sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya, ia memaparkan inovasi yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur, kerja sama perguruan tinggi, serta perusahaan swasta yang bernama KLINIK BUM Desa. Menurutnya, inovasi itu memiliki tujuan memberikan pelayanan online agar para pengelola BUMDes di Jawa Timur dapat belajar tentang pengembangan BUMDes.

“Selain itu, KLINIK BUM Desa dapat menjadi wadah bagi sinergitas pentahelix untuk saling bekerja sama,” tuturnya. Sebagai informasi, Klinik BUM Desa berhasil masuk dalam kategori TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Kemudian, Soekaryo menyampaikan bahwa kerja sama BRI dan UNAIR dalam rangka pembangunan Desa BRILian adalah pilihan yang tepat. “Gubernur berharap bahwa semua pihak mesti ikut membangun desa. Kita sebagai warga negara, sekecil apapun harus berbuat untuk negeri kita,” ujarnya.

Pada akhir acara, AECC Dr Zaenal Fanani SE MSA Ak CA ACPA memberikan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan Program Deepening Desa BRILian. Zaenal menjelaskan bahwa Program Deepening Desa BRILian akan diikuti oleh 113 desa di Jawa Timur dengan peserta sebanyak 565 orang, meliputi perangkat desa (kepala desa), pengurus BUMDes, badan permusyawaratan desa, serta pelaku usaha desa.

“Nantinya, peserta akan mengikuti delapan kali pelatihan secara daring yang terdiri atas pelatihan basic dan advance dan empat kali pendampingan secara on site di tiga desa terbaik,” tukasnya. (*) 

Penulis: Rafli Noer Khairam

Editor: Binti Q. Masruroh