Sinergi UNAIR dan BCA Ciptakan Calon Pemimpin yang Adaptif

95 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama PT Bank Central Asia (BCA) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for The Next Chapter”.  Acara tersebut mengundang Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono dan diselenggarakan pada (9/10/2026) di Aula Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Acara tersebut bertujuan untuk membagikan pengalaman terkait kepemimpinan, dunia industri, dan kolaborasi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan zaman. Selain itu, acara ini merupakan wujud kolaborasi antara universitas dengan dunia industri dalam merespons kebutuhan zaman. 

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin memberikan sambutan di hadapan 700 mahasiswa yang hadir. Prof Madyan menekankan agar mahasiswa memanfaatkan ruang belajar di luar kampus dan kemauan untuk terus belajar sebagai dorongan untuk berkembang.

Prof Madyan menyampaikan perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut mahasiswa untuk selalu beradaptasi. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, mahasiswa harus memiliki kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, pengambilan keputusan, belajar, serta sikap atau attitude sebagai landasan moral.

UNAIR-BCA menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for The Next Chapter”, Jumat (9/10/2026) (Foto: Humas UNAIR)

Oleh karena itu, Prof Madyan menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program BCA Berbagi Ilmu. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membentuk nalar kepemimpinan yang tanggap menghadapi perubahan, mengambil keputusan, membangun tim, dan siap menghadapi tantangan, sekaligus memahami dunia industri bekerja.

Prof Madyan menekankan pentingnya sinergi antara universitas dengan industri. “Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Perguruan tinggi membangun fondasi ilmu dan karakter, sementara dunia industri menghadirkan pengalaman dan perspektif nyata mengenai dunia profesional,” ujarnya. 

Prof Madyan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berada di ruang kelas saja, tetapi juga melalui dunia profesional. “Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mempraktikan ilmu yang didapat, dan belajar dari menghadapi berbagai tantangan nyata,” imbuhnya. 

Prof Madyan mendorong agar mahasiswa dapat aktif bertanya dan menyimak pengalaman yang disampaikan oleh narasumber. Dengan harapan dapat menjadi wawasan dan bekal untuk terus mengembangkan diri dan melangkah lebih jauh.

Sebagai penutup, Prof Madyan berharap dari acara dan program ini, dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Damar Anargya Pratama

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top