Universitas Airlangga Official Website

Sinergi UNAIR dan Tiga Rumah Sakit Daerah Wujudkan Integrasi Pendidikan Medis Paripurna

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin tengah memberikan sambutan strategis terkait pentingnya integrasi tri dharma perguruan tinggi dengan pelayanan medis nyata di rumah sakit daerah (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) terus memperluas jaringan kolaborasinya guna mewujudkan ekosistem pendidikan medis dan layanan kesehatan masyarakat yang inklusif. Langkah nyata tersebut terwujud melalui penandatanganan nota kesepahaman antara UNAIR dengan tiga rumah sakit daerah pada Jumat (10/4/2026). Agenda strategis yang berlangsung di Aula Amerta Lt. 4 Kampus MERR-C tersebut dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin serta jajaran pimpinan fakultas rumpun kesehatan. Hadir pula jajaran pimpinan RSUD Bangil, RSUD Grati Kabupaten Pasuruan, dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

Rektor UNAIR mengapresiasi kehadiran para pimpinan fakultas dan direktur rumah sakit. Ia menegaskan kemitraan ini sangat penting untuk kemajuan layanan masyarakat luas. “Kehadiran pimpinan ini mencerminkan kesungguhan UNAIR dalam berkolaborasi pada pelayanan pendidikan dan bidang riset bersama rumah sakit,” ungkap Prof Madyan.

Pengelolaan pelayanan medis yang terintegrasi dengan program akademik diyakini mampu mencetak lulusan tenaga kesehatan yang unggul dan profesional. Sinergi ini juga akan menyeimbangkan teori dengan praktik klinis nyata di lapangan. “Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan. Melainkan juga memperkuat proses pembelajaran dan kompetensi tenaga kesehatan profesional di masa depan,” tuturnya.

Sesi foto bersama jajaran pimpinan UNAIR serta para direktur dari RSUD Bangil, RSUD Grati, dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu usai penandatanganan kesepahaman bersama (Foto: PHMP UNAIR)

Lebih lanjut, Rektor sangat berharap kesepakatan awal ini bisa secepatnya terealisasi menjadi program kerja komprehensif di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak harapannya mampu meningkatkan kualitas lulusan yang siap mengabdi di tengah masyarakat luas. “Saya harap ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang lebih teknis dan serius. Sehingga berbagai program terimplementasi secara optimal,” harap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut.

Sementara itu, Direktur RSUD Bangil dr Arma Roosalina MKes memaparkan kesiapan instansinya sebagai rumah sakit pendidikan satelit yang terakreditasi paripurna. Tingginya volume kunjungan harian memberikan ruang belajar yang sangat kaya dan bervariasi bagi seluruh mahasiswa. “Kunjungan pasien dengan berbagai kasus cukup tinggi sehingga hal ini menjadi peluang besar bagi pendidikan dokter, dan spesialis untuk belajar,” ujar dr Arma.

Meski menjadi wahana magang prioritas pihak rumah sakit menjamin kualitas pelayanan reguler kepada masyarakat luas akan tetap berjalan maksimal. Integrasi sistem antara rumah sakit dan kampus harapannya mampu menyelamatkan banyak nyawa sekaligus memajukan pendidikan. “Semoga kerja sama ini dapat berjalan dalam jangka panjang dan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan serta bagi para peserta didik,” pungkas dr Arma.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati