Universitas Airlangga Official Website

Surra (Trypanosoma evansi): Penyakit Parasit yang Menggerogoti Produktivitas Ternak di Dunia”

Ilustrasi Trypanosoma (sumber: wikipedia)
Ilustrasi Trypanosoma (sumber: wikipedia)

Trypanosomiasis yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi, juga dikenal dengan istilah “Surra”, merupakan penyakit protozoa yang menyerang berbagai spesies hewan di seluruh dunia, termasuk unta, kambing, kerbau, kuda, keledai, bagal, domba, babi, kucing, sapi, dan anjing. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dari genus Trypanosoma, yaitu protozoa uniseluler berflagela yang bersifat ekstraseluler dan termasuk ke dalam famili Trypanosomatidae. Istilah Trypanosoma berasal dari kata Yunani trypano yang berarti “bor” dan soma yang berarti “tubuh”. Salah satu karakteristik penting dari parasit ini adalah kemampuannya untuk secara periodik mengubah glikoprotein utama pada permukaannya, sehingga menyebabkan terjadinya rekurensi parasitemia atau infeksi berulang. Tingkat keparahan dampak klinis infeksi sangat bergantung pada kerentanan inang terhadap parasit tersebut. Infeksi Trypanosoma evansi umumnya ditularkan melalui gigitan berbagai jenis lalat pengisap darah (hematofagus) dari beberapa genus seperti Stomoxys, Tabanus, Glossina, dan Haematopota. Parasit ini dapat bertahan hidup dalam berbagai inang reservoir seperti unta, kambing, kerbau, kuda, domba, babi, kucing, sapi, dan anjing. Kasus infeksi berat terutama ditemukan pada unta, kuda, sapi, dan kerbau.

T. evansi memiliki distribusi geografis yang sangat luas, dengan unta sebagai inang utama di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Sementara itu, di Asia, infeksi paling banyak ditemukan pada kerbau dan gajah, khususnya di Filipina, Thailand, dan India. Di Amerika Selatan, kelelawar pengisap darah (Desmodus rotundus) berperan sebagai vektor sekaligus inang alami. Sebaliknya, di Australia dan Eropa, infeksi T. evansi juga dilaporkan pada rusa, babi hutan, dan hewan pengerat. Keragaman inang ini memberikan peluang besar bagi T. evansi untuk berkembang dan menyebar secara global. Secara klinis, trypanosomiasis akibat T. evansi dapat bersifat akut maupun kronis. Bentuk akut umumnya ditandai oleh demam tinggi, kehilangan nafsu makan, edema (pembengkakan jaringan), dan kematian mendadak, terutama pada sapi, kerbau, domba, kambing, anjing, dan babi. Sementara itu, bentuk kronis ditandai oleh penurunan berat badan progresif, demam intermiten, atrofi otot umum, pucat pada selaput lendir, serta kadang-kadang pembengkakan perut. Hewan yang terinfeksi kronis sering kali mengeluarkan bau manis khas akibat peningkatan kadar keton dalam urin. Bentuk kronis merupakan manifestasi yang paling umum, sering kali berkaitan dengan penekanan sistem imun akibat infeksi parasit yang berkepanjangan. Strategi pengobatan dan pengendalian trypanosomiasis sangat bergantung pada data terkait tingkat risiko wilayah endemik dan tingkat resistensi obat trypanocidal. Keberhasilan terapi serta efektivitas deteksi parasit sangat ditentukan oleh sensitivitas dan spesifisitas metode diagnostik yang digunakan.

Secara ekonomi, penyakit ini memberikan dampak finansial yang signifikan, meskipun sulit untuk menghitung kerugian secara tepat karena keterbatasan data epidemiologis, terutama di negara-negara berkembang. Wabah trypanosomiasis dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar melalui penurunan produktivitas ternak dan tingginya angka kematian pada sapi, kerbau, kuda, serta unta. Diperkirakan, infeksi Trypanosoma evansi dapat mengurangi keuntungan bersih dari produksi ternak hingga 30%, menjadikannya salah satu penyakit parasiter dengan dampak ekonomi terbesar di sektor peternakan. Dengan rentang inang dan distribusi geografis paling luas di antara semua spesies Trypanosoma patogen, T. evansi dianggap sebagai penyebab utama trypanosomiasis pada hewan di seluruh dunia. Penyebaran penyakit ini merupakan ancaman kesehatan global yang berpotensi fatal apabila diagnosis dan pengobatan tidak dilakukan secara tepat waktu.

Penulis: Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P

Nama jurnal: Jurnal Medik Veteriner

Link jurnal: https://e-journal.unair.ac.id/JMV/article/view/63985/34065