Universitas Airlangga Official Website

Syukur dan Doa di Usia ke-71, UNAIR Gelar Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam

KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam saat memberi dakwah pada Pengajian Akbar Dies Natalis ke-71 UNAIR, Minggu (14/12/2025). (Foto: PHMP UNAIR)
KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam saat memberi dakwah pada Pengajian Akbar Dies Natalis ke-71 UNAIR, Minggu (14/12/2025). (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) peringati Dies Natalis ke-71 dengan hadirkan nuansa spiritual melalui pengajian akbar. Acara yang bertempat di halaman Gedung Rektorat, Kampus MERR-C UNAIR pada Minggu (14/12/2025) ini menghadirkan penceramah utama, KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam. 

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dalam sambutannya menyebutkan bahwa perayaan Dies Natalis ini bukan sekadar pertambahan usia. Baginya, momen ini merupakan perayaan atas pengabdian dan dedikasi UNAIR dalam memajukan pendidikan. 

“Ini adalah perayaan tujuh puluh satu tahun pengabdian dan dedikasi UNAIR dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Semangat ini selaras dengan motto Excellence with Morality atau dalam bahasa Arab Mumtaz bil Akhlakil Kariimah,” ucapnya. 

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin saat memberikan sambutan di acara pengajian Dies Natalis UNAIR ke-71 UNAIR, Minggu (14/12/2025). (Foto: PHMP UNAIR)
Makna Istimewa

Prof Madyan menyebutkan kehadiran Gus Iqdam pada perayaan kali ini merupakan makna yang istimewa. Ia menekankan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan nilai-nilai akhlak yang luhur.

“Beliau hadir untuk mengingatkan kita bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita tempuh harus senantiasa dibingkai dengan spiritualitas dan akhlak mulia. Inilah esensi nilai T (Transcendent) dalam HEBAT, Humble, Excellence, Brave, Agile, dan Transcendent,” ujarnya. 

Ia berharap, tausiyah dari Gus Iqdam jadi energi spiritual bagi seluruh keluarga besar UNAIR dan seluruh masyarakat yang hadir. “Memberikan muhasabah dan motivasi bagi kita untuk terus bekerja, berkarya, dan mengabdi dengan landasan hati yang bersih dan niat yang lurus” harapnya. 

Motivasi Kuat

Melalui pengajian ini, Prof Madyan juga berharap seluruh sivitas akademika UNAIR dapat menyegarkan kembali niat dalam mencari ilmu. Ia mengatakan bahwa ilmu harus berguna untuk kemaslahatan umat. 

“Memperkuat karakter kebangsaan dan keagamaan yang moderat, sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan Budaya. Kemudian, mendapatkan motivasi spiritual untuk terus berkarya dan berprestasi, tidak hanya di dunia, tetapi juga sebagai bekal di akhirat,” sebutnya. 

Pada akhir, ia optimis UNAIR bisa terus jaya pada usianya kini. “Semoga di usia 71 tahun ini, UNAIR semakin jaya, semakin berkontribusi bagi umat, dan seluruh proses pembangunannya senantiasa dalam ridho Allah SWT,” pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto