
Sastra Budaya
Untukmu A
Entah kenapa, jiwa yang lemah ini selalu merindumu, tak pelak. Engkau yang mencipta dan engkau sang pembawa risalah serta engkau yang masih dalam harap.
A.
Aku hanya ingin berusaha meraih kesempurnaan cinta.
yang Engkau tanamkan, dalam lubukku, dalam relung yang Engkau katakan sebuah nikmat ini.