Raitya Andyana Teliti Produksi Kalimat pada Penderita Skizofrenia

UNAIR NEWS – Adalah Rainyta Andyana Putri alumni program studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2015. Ia merupakan mahasiswa peminat linguistik yang telah meneliti penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Ia menulis skripsi berjudul “Kemampuan Produksi Kalimat Penderita Skizofrenia Tipe Undiffereniated Usia 18-45 Tahun di […]
Mahasiswa FIB UNAIR Baca Puisi di Jawa Timur Harmoni 2019

Adnan Guntur, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB UNAIR berkesempatan tampil dalam acara Jawa Timur Harmoni 2019, Kamis (25/4/19) dan Jum’at (26/3/19). Dalam acara yang diselenggarakan di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, itu, ia membaca puisi di atas panggung disaksikan ratusan undangan yang datang.
Sayembara Puisi dan Etalase Penyair Sambut Hari Puisi Nasional

Kegiatan yang akrab disebut Etalase Penyair tersebut digelar pada Kamis (25/4/2019). Selain menjadi program kerja bulanan Divisi Apresiasi Minat Bakat (Apminbak) HMD Sasindo, kegiatan tersebut juga menjadi wadah ekspresi bagi mahasiswa FIB, terutama mahasiswa Sasindo.
Persiapkan PEKSIMIDA, Hima Sasindo Saring Minat Baca Puisi

Lomba baca puisi sengaja dikhususkan untuk dua angkatan. Sebab nantinya, pemenang lomba akan didelegasikan untuk menjadi perwakilan UNAIR dalam lomba baca puisi di acara Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).
Pentas Dramaturgi XIV Sukses Bawakan ”Mega-Mega” Karya Arifin C Noer

”Ini adalah reaksi dendam terhadap kemiskinan yang dialami selama ini. Saat sebuah kemuliaan tiba-tiba bisa diraih dengan cepat dan tiba-tiba. Inilah puncak dendam itu dilampiaskan sekaligus tentang mimpi-mimpi”
Sebab Sastra Tak Sekadar Bercerita

Untuk memperoleh ide menulis, seseorang harus perhatian pada apa yang menjadi masalah. Kepekaan penulis terhadap problem di sekitar, akan membuatnya kian mudah menangkap ide yang kemudian disulap dalam bentuk narasi fiksi.
Membincang Perkembangan Sastra di Timur Jawa

Kecintaan generasi muda terhadap dunia kesusastraan perlu ditanamkan sejak dini. Semisal dengan adanya pembelajaran sastra di sekolah. Saat ini, sastra hanya menjadi bagian kecil dari pelajaran bahasa. Maka tak heran jika banyak ditemui anak-anak yang kurang tertarik terhadap sastra.
Kemloko Jadi Desa Binaan Sastra Indonesia UNAIR

Praktik Kuliah Lapangan atau PKL diikuti sebanyak 30 mahasiswa dari program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Tahun 2018 ini memasuki tahun kelima dilaksanakannya PLK dan pengmas di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Kerjakan Skripsi Sambil Menjadi Tentor Bimbel, Iqro Jadi Wisudawan Terbaik S1 FIB

“Di semester akhir saya mengerjakan skripsi sambil mengajar bimbel hingga lima belas kali sepekan”. Begitulah ungkapan semangat Iqro Maa Filardzi, mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode September 2018. Ia lulus dengan perolehan IPK sebesar 3.92.
Bersama Teater Mandiri, Putu Wijaya Pentaskan “Jprutt” ke Mahasiswa FIB

UNAIR NEWS – Sorak tepuk tangan penonton langsung terdengar keras saat sang sutradara keluar dari belakang panggung pertunjukkan. Di atas kursi roda dengan balutan khasnya, bertopi flat putih, Putu Wijaya melambai sembari tersenyum menyapa para penonton. Benar, dialah Putu Wijaya, sang sastrawan serbabisa. Dia penulis drama, cerpen, esai, novel, pelukis, juga penulis skenario film dan […]
Angkat “Barbie” di Tiga Cerpen, Dosen Sasindo UNAIR Juarai Kritik Sastra Jawa Timur

UNAIR NEWS – Perhatian terhadap tumbuh kembangnya kritik sastra dewasa ini tidak berbanding lurus dengan karya sastra. Alasan mendasar itulah yang membuat Bramantio S.S., M.Hum., Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga menuliskan kritik sastra di majalah Suluk yang sudah diterbitkan pada 2012. Dari kritik sastra tersebut, Bramantio berhasil menyabet […]
FIB UNAIR Ubah 3 Nama Jurusan

Ada tiga program studi yang berubah nama. Sastar Inggris menjadi Bahasa dan Sastra Inggris, Sastra Indonesia menjadai Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Sastra Jepang menjadi Studi Kejepangan. Perubahan nama ini sesuai dengan Peraturan Menristekdikti No. 257/M/KPT/2017 tentang Nama Program Studi Pada Perguruan Tinggi.
