Cerita Anif, Mahasiswi Bidikmisi Berprestasi Pegiat Literasi

Anif Faricha Mantika, student of Political Science, Faculty of Social and Political Sciences in 2016.

Gadis kelahiran Malang itu mengaku sempat mengalami masa-masa cukup berat di tahun pertama perkuliahan. Transisi dari pola pikir siswa SMA berasrama menjadi mahasiswa di kota yang memiliki perbedaan budaya dengan tempat kelahiran, menjadi tantangan tersendiri bagi Anif untuk beradaptasi.

Jadi Mahasiswa Bidikmisi, Nia Bertekad Gali Ilmu dan Pengalaman Sebanyak Mungkin

NIA Nurmalasari usai mengikuti International Conference on Tourism and Architecture di Karabuk University, Turki, pada Rabu (24/9/18). (Foto: Dokumen Pribadi)

Ditemui pada sela-sela waktu senggangnya Selasa (30/4/19), Nia –begitu ia disapa– mengakui bahwa sebelumnya tidak pernah mendengar terkait Bidikmisi. Bahkan, ia sempat menjajal Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), seperti kebanyakan teman-temannya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Kala itu Nia mendaftar di salah satu universitas islam negeri di Yogyakarta.

Mawapres FPK 2018: Bidikmisi Adalah Tombak Prestasi

Bermula dari terancam tidak bisa kuliah karena orang tua terkendala biaya justru tidak menjadikan Shindy putus asa. Ia justru bertekad kuat untuk kuliah tanpa memakai uang orang tua sepeserpun. Bahkan, ia sudah menyiapkan diri untuk bekerja di luar negeri selama satu tahun apabila tidak diterima di UNAIR.

Sempat Tak Ingin Kuliah, Putri Berprestasi di FH UNAIR Berkat Bidikmisi

Selama menerima beasiswa Bidikmisi, Putri memiliki cerita unik. Biaya hidup yang diperoleh sebesar 700 ribu per bulan membuatnya harus cermat dalam mengatur keuangan. Biaya yang diperoleh harus dibagi dengan membayar uang kos sebesar 450 ribu per bulan. Serta belum pengeluaran untuk buku dan penunjang kuliah.

Beasiswa Bidikmisi Antarkan Robby Raih Cita-cita Kuliah Kedokteran

Menjadi seorang dokter merupakan impian banyak kalangan. Namun, biaya yang tinggi menjadi salah satu hal yang dapat mengubur cita cita seseorang menjadi dokter. Hal tersebut tidak dirasakan oleh Robby Azhari, mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNAIR peraih bantuan biaya pendidikan Bidikmisi tahun 2016.

Alumni Bidikmisi UNAIR Ciptakan dibidikmisi.com

TAMPILAN laman website dibidikmisi.com. (Sumber: dibidikmisi.com)

Diwawancarai beberapa waktu lalu, Sukartono, salah seorang alumni bidikmisi UNAIR mengatakanbahwa  bersama Prakuta Wijaya, Reza Bakhtiar, Ema Marantika, dan Bulane Septiana, dirinya menciptakan akun dibidikmisi.com. Akun tersebut dibuat sebagai upaya untuk meneguhkan kontribusi bidikmisi pada masa datang. Sekaligus mempertahankan bidikmisi agar dilanjutkan oleh pemerintah dengan perluasan dan koreksi programnya.

Alfan-Evita Siap Pimpin AUBMO Setahun ke Depan

ALFAN dan Evita terpilih menjadi ketua dan wakil ketua Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga 2019/2020. (Foto: Ismatulloh Jihan A.)

Diwawancarai UNAIR NEWS beberapa waktu lalu, Alfan menceritakan awalnya dirinya kurang merasa percaya diri karena meilhat lawannya yang memiliki kapasitas yang mumpuni. Namun, berkat keyakinan serta dukungan dari rekannya, ia berhasil terpilih. Ke depan, Alfan mengaku bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah itu.

Tumbuhkan Budaya Literasi Melalui Sudut Baca

Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

Ide pembuatan Sudut Baca berawal dari masalah program renovasi perpustakaan yang tahun lalu urung dilakukan karena terkendala masalah perizinan dari pihak sekolah. Kemudian tercetuslah ide untuk menciptakan perpustakaan mini yang nantinya tidak hanya bisa dinikmati oleh pelajar sekolah dasar melainkan juga orang-orang dewasa.