
Di Antara Dua Sahabat (Bagian II)
Mereka kemudian menghentikan langkah. Meneduhkan pikiran, dan mendudukkan jasmani serta rohaniah agar lebih enak dalam obrolan. Keputusannya ialah duduk di teras pohon beringin lebat, sambil

Mereka kemudian menghentikan langkah. Meneduhkan pikiran, dan mendudukkan jasmani serta rohaniah agar lebih enak dalam obrolan. Keputusannya ialah duduk di teras pohon beringin lebat, sambil

“Kita tak lagi bisa kembali ke masa itu.” Saat itu, usia mereka belum bisa dibilang matang. Sebagai sebuah tahap pendewasaan, siapapun bisa saja bertengkar pada

Ia agak sedikit gila, mudah punya khayalan, ngeyelan, suka bergaul, tapi tak suka menjadikan kawan bicaranya sebagai teman. Selera humornya lumayan, penampilannya tidak modern, namun

Aku tengah menyibak langkah pelan melawan debu jalanan. Mukaku kusut walaupun tak sekusut bendera partai yang ditancapkan sembarangan di sepanjang trotoar. Rambutku sudah tidak serapi

TIDAK akan ada orang yang terlalu terkejut atas pernikahan kedua Batutah. Orang-orang hanya berpikir bahwa seorang duda dengan satu anak berusia 5 tahun, tengah melepas

Aku memandang langit dari balik jendela kaca berteralis. Jendela yang terbuka itu berengsel pada bagian atas. Malam larut, aku tak takut dengan angin. Beberapa

free instagram followermake up wisudamake up jogjamake up prewedding jogjamake up wedding jogjamake up pengantin jogjaprewedding jogjaprewedding yogyakartaberita indonesiayogyakarta wooden craftAku tahu tentang kampung pengemis