Pentas ‘Semar Gugat’ Mahasiswa UNAIR Berhasil Pikat Penonton di Cak Durasim

UNAIR NEWS – Program studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar pentas Dramaturgi XIX dengan lakon “Semar Gugat” karya Nano Riantiarno. Dramaturgi XIX berhasil memikat perhatian ratusan hati penonton di Gedung Kesenian Cak Durasim Jawa Timur pada Sabtu (22/6/2024). Wakil Dekan I Dr Listiyono Santoso SS […]
Basasindo UNAIR Siap Gelar Dramaturgi XIX

UNAIR NEWS – Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar pementasan Dramaturgi XIX. Tahun ini, pementasan tersebut akan berlangsung di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya pada Sabtu (22/6/2024). Melalui wawancara ekslusif dengan UNAIR NEWS, Imroatul Luthfiyah selaku pimpinan produksi menerangkan, dramaturgi merupakah salah satu mata kuliah bebas […]
Dramaturgi XVII UNAIR Ceritakan Dekonstruksi Kisah Cinderella

UNAIR NEWS – Pementasan dramaturgi oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali ditampilkan di pengujung tahun. Pementasan yang disiarkan secara virtual melalui YouTube itu tidak mengurangi semangat pemain dan antusias penonton. Pementasan itu merupakan bentuk tugas akhir mata kuliah Dramaturgi di Prodi Basasindo UNAIR. Pementasan dramaturgi berjudul “Perempuan Buta […]
Mengungkap Pesan Gundik dalam Dramaturgi Lakon “Hikayat Perlawanan Sanikem: Nyai Ontosoroh”

UNAIR NEWS – Pentas pada pengujung 2019 merupakan tahun ke-15 pementasan Dramaturgi oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Dramaturgi merupakan mata kuliah wajib kompetensi khusus berkarya sastra di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini dramaturgi mementaskan naskah “Hikayat Perlawanan […]
Pentas Dramaturgi XIV Sukses Bawakan ”Mega-Mega” Karya Arifin C Noer

”Ini adalah reaksi dendam terhadap kemiskinan yang dialami selama ini. Saat sebuah kemuliaan tiba-tiba bisa diraih dengan cepat dan tiba-tiba. Inilah puncak dendam itu dilampiaskan sekaligus tentang mimpi-mimpi”
