Ekspresi NF-kB dan Kolagen Tipe 1 pada Pulpa Gigi Setelah Perawatan dengan Bahan Kombinasi Calcium Hydroxide dan Propolis

Pulpa gigi yang mengalami inflamasi mengeluarkan beberapa mediator inflamasi. Sitokin adalah salah satu mediator yang berfungsi sebagai sinyal yang meregulasi respon imun terhadap inflamasi akibat karies. Nuclear factor kappa B (NF-Kb) merupakan factor transkripsi yang memproduksi sitokin proinflamasi akibat sinyal yang dihasilkan oleh jejas karies. Selain itu, terdapat Kolagen tipe 1 yang berfungsi mempersiapkan ruang […]

Literasi Kesehatan dan Kecemasan Perawatan Gigi Ibu pada Proyeksi Fotografi

Kecemasan terhadap perawatan gigi adalah fenomena yang sering muncul pada anak-anak. Ibu, pengaruh utama perkembangan anak-anak mereka, dianggap sebagai salah satu penyebab kecemasan tinggi pada anak-anak (Sovaria, 2017). Kecemasan gigi dikaitkan dengan lebih sedikit kunjungan ke dokter gigi, kebiasaan kebersihan mulut yang lebih buruk, dan status kesehatan mulut yang lebih buruk, dengan akibat negatif pada […]

Efek Antibakteri Ekstrak Daun Jamblang terhadap Streptococcus Mutans yang Diisolasi dari Rongga Mulut Pasien dengan Piranti Ortodonti Cekat

Lesi bercak putih pada gigi dapat menjadi efek samping dari alat cekat ortodonti akibat retensi dan penumpukan plak atau kalkulus gpada permukaan gigi. Alat ortodonti cekat terdiri dari kawat lengkung, braket ortodonti yang permukaannya tidak beraturan atau kasar. Hal ini dapat menurunkan kebersihan pada rongga mulut melalui laju aliran saliva. Terdapat perubahan besar dalam flora […]

Perspektif Ortodontis Indonesia dalam Menentukan Waktu Perawatan Ortodonti yang Ideal

Prevalensi maloklusi di Indonesia relatif tinggi (80%). Namun proporsi penduduk Indonesia yang menerima perawatan ortodontik (0,7%) jauh lebih rendah. Hal ini menyebabkan tingginya permintaan akan layanan perawatan ortodontik. Perlunya perawatan ortodontik di kalangan remaja Indonesia (usia 13-15 tahun), dilaporkan bahwa 61% subjek membutuhkan perawatan ortodonti, di mana 63% mengalami maloklusi Kelas I, 28% mengalami maloklusi […]

Perbandingan Kekuatan Ikatan Geser Braket Antara Pra-Pelapisan dan Non-Pelapisan pada Teknik Perekat pada Perawatan Ortodonti Cekat

Prosedur perekatan adalah prosedur standar dalam perawatan ortodonti cekat. Ikatan pada braket gigi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ukuran dasar braket, desain braket jala, konsentrasi, etsa, tingkat konten pengisi dalam adhesi, juga teknik aplikasi bahan perekat. Selama perawatan ortodontik, braket mungkin mendapatkan tegangan geser, tarikan, torsi yang mengakibatkan terlepasnya braket. Sekitar 5,8-18,8%, ada kegagalan ikatan […]