Universitas Airlangga Official Website

Terbaik

TAMPILAN laman website dibidikmisi.com. (Sumber: dibidikmisi.com)
Berita

Alumni Bidikmisi UNAIR Ciptakan dibidikmisi.com

Diwawancarai beberapa waktu lalu, Sukartono, salah seorang alumni bidikmisi UNAIR mengatakanbahwa  bersama Prakuta Wijaya, Reza Bakhtiar, Ema Marantika, dan Bulane Septiana, dirinya menciptakan akun dibidikmisi.com. Akun tersebut dibuat sebagai upaya untuk meneguhkan kontribusi bidikmisi pada masa datang. Sekaligus mempertahankan bidikmisi agar dilanjutkan oleh pemerintah dengan perluasan dan koreksi programnya.

Baca Selengkapnya »
YESSINDA bersama dua koleganya, yakni Abdur Rahman Sadad dan Rachmad Eko Hariono saat mempresentasikan inovasinya tentang aplikasi Staff Outbound Apps. (Foto: Istimewa)
Berita

Unit UNAIR Kolaborasi Ciptakan Aplikasi guna Permudah Staff Outbound

Selama tiga bulan, ketiganya berkolaborasi untuk membuat aplikasi yang kemudian mengantarkan mereka sebagai juara kedua. Menariknya, Staff Outbound Apps tidak hanya memudahkan para dosen, tetapi juga berkesinambungan dengan peran dari unit-unit di UNAIR yang berkaitan langsung dengan urusan perjalanan dinas ke luar negeri. Seperti halnya SDM, Sekretariat Universitas, dan Airlangga Global Engagement (AGE).

Baca Selengkapnya »
Ilustrasi: Unsplash
Berita

Membangun Mentalitas yang Sehat dalam Dunia Literasi

Selain itu, kebiasaan penggunaan peranti digital secara masif justru membuat ponsel seolah menjadi bagian fisik dari seseorang. Akhirnya, waktu yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menjalani kegiatan seperti membaca buku, kemudian tersita. Tidak mudah untuk mengubah mentalitas yang telah terpupuk sejak lama.

Baca Selengkapnya »
PROF. R. Bambang W, dr., MS., MCN., Ph.D., SpGK., guru besar Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga saat menyampaikan materi dalam Diskusi Pakar pada Selasa (23/4/2019) di Aula Amerta Gedung Rektorat kamus C UNAIR. (Foto: Feri Fenoria)
Berita

Ketahanan Pangan Indonesia Terbentur Minimnya Penjamin Mutu

Berdasar UU No 18/2012, sebut Prof Bambang, poin penting ketahanan pangan Indonesia terletak pada pemenuhan dalam lingkup jumlah dan mutu. Artinya, ketahanan itu bukan hanya sebatas pada terpenuhinya secara kuantitas atau jumlah. Melainkan juga secara kualitas atau mutunya benar-benar baik bagi tubuh.

Baca Selengkapnya »
Universitas Airlangga - Excellence with Morality