Universitas Airlangga Official Website

Tahun Baru UNAIR Tambah Lagi Jurnal Ilmiah Terindeks Internasional

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) mengawali tahun 2023 dengan capaian yang luar biasa. Belum genap satu minggu mengarungi tahun yang baru, beberapa prestasi telah diraih oleh UNAIR. Prestasi tersebut ialah jurnal ilmiah UNAIR yang berhasil terindeks secara internasional.

Indonesian Journal of Health Administration dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR berhasil terindeks Scopus. Sehingga pada saat ini UNAIR memiliki total 6 jurnal ilmiah yang sudah terindeks Scopus. Tak berhenti sampai di situ, sebanyak 89 jurnal ilmiah milik UNAIR juga berhasil terindeks EBSCO Essentials.

Menanggapi hal ini Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD mengucapkan rasa syukurnya atas capaian yang telah diperoleh.

“Selalu bersyukur Alhamdulillah karena ada capaian lagi yang positif terutama untuk jurnal ilmiah yang dikelola UNAIR bertambah lagi yang terindeks secara internasional,” ucapnya.

Indeks EBSCO Essentials

EBSCO Essentials merupakan indeks internasional dimana jurnal ilmiah akan dikelola dan dipublikasikan ke seluruh dunia. “Jurnal ilmiah yang sudah terindeks EBSCO Essentials akan lebih dikenal oleh orang banyak. Misal ada seseorang yang ingin mencari jurnal ilmiah milik UNAIR bisa melalui jaringan EBSCO Essentials ini untuk melihat full papernya,” kata Prof Hery.

“Kalau jurnal ilmiah bisa diakses orang banyak maka potensi untuk dibaca dan disitasi lebih besar. Ini cara kita untuk meningkatkan kualitas jurnal ilmiah sampai pada level yang lebih tinggi yang syaratnya jurnal ilmiah itu banyak dibaca atau disitasi orang,” imbuhnya. 

Selain itu jurnal ilmiah yang terindeks secara internasional akan meningkatkan jejaring baik bagi penulis atau universitas. Sehingga kerja sama dalam hal penelitian dan penulisan jurnal ilmiah dapat dilakukan.

“Kalau jurnal ilmiah penulisnya hanya dari orang UNAIR saja maka kualitasnya lokal tidak akan sampai pada level tertinggi. Kalau orang sudah banyak yang terpapar bahwa UNAIR punya kualitas baik, jurnal ilmiah yang baik nantinya bisa saja penulis jurnal ilmiah tidak hanya dari UNAIR tapi bisa kolaborasi dengan negara lain,” ungkapnya.

Tak hanya berhenti sampai di situ saja, berbagai proses saat ini tengah dilakukan untuk meningkatkan jumlah jurnal ilmiah milik UNAIR yang terindeks internasional. “Jurnal-jurnal ilmiah yang lain juga sedang dipersiapkan saat ini untuk mendapat indeks internasional. Tentu ini butuh proses jadi kita tunggu dan mohon doanya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Binti Q. Masruroh