Universitas Airlangga Official Website

Talk Us Ners Bahas Kiat-Kiat Menjadi Nursepreneur

Talk Us Ners Hadirkan Owner Aulia Woundcare Untuk Berikan Kiat-Kiat Menjadi Nursepreneur (Foto: Airlangga Nursing Journalist)

UNAIR NEWS – Divisi Kewirausahaan, Airlangga Nursing Journalist, Universitas Airlangga melangsungkan talkshow Talk Us Ners. Kegiatan itu mengusung tema “Set Up Your Mind and Skills to be A Nursepreneur”. 

Acara tersebut berlangsung pada Minggu (17/09/2023) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Merr-C. Selaku pemateri, Aulia Atma Yudini AMd Kep CWCC memberikan kiat-kiat how to be nursepreneur kepada peserta umum dan peserta magang Airlangga Nursing Journalist.

Aulia telah menekuni dunia perawatan luka selama 3,5 tahun dan merupakan owner dari Aulia Woundcare Spesialis Luka Diabetes. Aulia pun memulai pemaparan materi dengan membahas entrepreneur.

“Secara umum, entrepreneur adalah kemampuan seseorang untuk melakukan perombakan sistem, mengubah ide, dan menemukan hal baru untuk menjadi inovasi yang sukses. Untuk menjadi entrepreneur kita harus memiliki mindset sebagai pembelajar, menyukai tantangan untuk diselesaikan, dan memberikan manfaat untuk orang lain,” paparnya.

Peluang Buka Praktik Mandiri 

Melalui data Departemen Kesehatan 2019 Aulia tunjukan, tercatat sebanyak 11,2% dari total penduduk atau 30 juta lebih orang Indonesia memiliki penyakit diabetes.  Aulia turut menginformasikan bahwa dengan banyaknya kasus tersebut di Indonesia, membuat peluang untuk membuka praktik mandiri sangat besar. Mengingat seorang perawat tidak hanya bekerja di puskesmas atau di rumah sakit saja, tetapi juga bisa membuka praktek mandiri. 

“Alasan saya membuka klinik atau berwirausaha di bidang perawatan luka diabetes karena orang diabetes di Indonesia banyak. Selain itu, banyak orang Indonesia kurang menjaga gaya hidupnya sehingga mengakibatkan gula darah tinggi dan beresiko luka diabetes,” terangnya.

Aulia menambahkan, selama Covid-19 praktik mandiri itu naik incomenya. Hal itu, sambung Aulia, karena banyak pasien yang takut untuk pergi ke rumah sakit sebab banyak orang sakit berdatangan dan tenaga kesehatannya berkurang. 

“Oleh karena itu, pasien tersebut memilih alternatif untuk berobat di klinik,” tandasnya.

Kiat-Kiat Membuka Praktik Mandiri 

Pada pertengahan sesi, Aulia berbagi hal-hal penting yang harus dipersiapkan jika membuka praktek mandiri. Di antaranya, jelas Aulia, seperti perizinan atau legalitas, sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), dokumentasi, keuangan, marketing dan promosi, serta pengembangan layanan. Aulia juga menegaskan, bila ingin membuka praktik mandiri, maka harus siap menghadapi pasien dan bertanggung jawab atas limbah medis.

“Jika ingin membuka praktek mandiri, kita harus menangani limbah medis dengan baik. Kita juga harus menghadapi berbagai emosi dari pasien. Itulah suka dan duka menjadi perawat, tetapi jika hati kita ingin membantu orang berarti, ya ngalir aja begitupun dengan rejekinya,” tegas Aulia.

Di samping itu, Aulia membeberkan 6 unsur service excellent yang harus dilakukan untuk kepuasan klien. Di antaranya adalah attitude, ability, attention, accountability, appearance, dan action.

“Ingat kata-kata dari Bapak Sandiaga Uno bahwa Entrepreneurship bukanlah profesi melainkan mindset. Saya juga berpesan kepada mahasiswa untuk menentukan keinginan di jenjang karir berikutnya, meningkatkan competitiveness saat menjadi mahasiswa, dan memperluas koneksi,” pesan Aulia di akhir pemaparannya.

Penulis: Fath Tazkya Ernest Jamila

Editor: Nuri Hermawan