n

Universitas Airlangga Official Website

Teliti Kulit Manggis, Yovita Lulus Terbaik S-1 FKG UNAIR

yovita
YOVITA Yonas dalam suatu kesempatan di luar negeri. (Foto: dok Pribadi)

UNAIR UNAIRManfaat ekstrak kulit manggis memang telah lama populer. Ekstrak kulit manggis terbukti mampu berperan sebagai antioksidan, antivirus, hingga antibakteri. Baru-baru ini, manfaat lain dari ekstrak kulit manggis ini juga dimanfaatkan dalam kedokteran gigi. Dimana ekstrak kulit manggis ternyata juga bermanfaat untuk mengatasi karies gigi.

Hal itu berhasil dibuktikan oleh Yovita Yonas, wisudawan terbaik S-1 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, dalam wisuda Maret 2017. Yovita lulus dengan perolehan IPK 3.84.

“Saya mencoba menggali satu lagi manfaatnya yang belum diteliti, yaitu kegunaannya dalam menghambat enzim glukosiltransferase, yaitu enzim penting dalam pembentukan karies gigi,” katanya.

Agen baru saat ini yang sedang marak diteliti untuk keuntungan medis, yaitu bahan yang berasal dari alam, mengingat efek sampingnya rendah dan ketersediaan bahan relatif mudah didapat. Salah satu bahan alam yang sering digunakan dan dikenal manfaatnya, terutama di daerah Asia Tenggara, adalah manggis (Garcinia mangostana L).

Bakteri utama penyebab terbentuknya karies gigi, yang sekaligus bakteri dominan di rongga mulut ini bernama Streptococcus mutans. Enzim glukosiltransferase (GTF) yang diproduksi oleh S. mutans merupakan faktor penyebab terjadinya karies karies gigi. “Salah satu cara untuk mencegah karies gigi dengan menghambat aktivitas enzim GTF yang diproduksi oleh S. mutans,” katanya.

Dalam bidang kedokteran gigi, beberapa antiseptik dan zat lainnya digunakan sebagai agen yang dapat mengontrol dental plak, seperti chlorhexidine, triclosan, dan sanguinarine. Bahan gold standard di bidang kedokteran gigi sebagai antibakteri adalah chlorhexidine. Kata Yovita, meskipun dikatakan sebagai gold standard, chlorhexidine memiliki beberapa kekurangan, yaitu menyebabkan perubahan warna gigi dan rasa tidak enak.

“Efek ini menyebabkan perlunya penelitian dan perkembangan dari agen baru yang spesifik mampu menghambat aktivitas enzim GTF, sehingga mampu mengontrol pembentukan plak gigi, dengan efek samping yang minimal terhadap rongga mulut,” jelasnya.

Sementara ini, belum ada penelitian tentang penghambatan aktivitas enzim. Namun kulit buah manggis yang mengandung senyawa flavonoid, ol-mangostin, dan tanin diperkirakan efektif  menghambat aktivitas enzim GTF. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Binti Q. Masruroh