Universitas Airlangga Official Website

Terima 390 Mahasiswa, Pemkab Madiun Tekankan Sinergi Bersama Komunitas

Mahasiswa KKN saat pemberangkatan menuju kecamatan. (Foto: Fikri Ilhami)
Mahasiswa KKN saat pemberangkatan menuju kecamatan. (Foto: Fikri Ilhami)

UNAIR NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyambut hangat kedatangan 390 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) UNAIR Edisi 2. Bertempat di Selasar Pendopo pada Selasa (11/7/2023) Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, SSos mendorong mahasiswa untuk saling bersinergi bersama komunitas dan masyarakat. 

“Saya ingin adik-adik mahasiswa mempunyai rasa saling memiliki dengan Kabupaten Madiun. Dan selama 25 hari kedepan saya anggap kalian adalah warga Madiun,” ungkapnya. 

Saat bersama masyarakat, mahasiswa nantinya bisa memberikan transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Bahkan bisa menginspirasi anak-anak muda seperti SMA untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Mengingat, kontribusi pengetahuan bagi anak muda Madiun, menurutnya akan meningkatkan angka literasi dan tingkat pengetahuan pendidikan. Hal itu secara tidak langsung juga akan meningkatkan kesejahteraan sosial di beberapa desa. 

“Saya berharap mahasiswa bisa menginspirasi adik-adik kita agar mereka semangat untuk kuliah. Tunjukkan, agar mereka mempunyai punya cita-cita setinggi langit,” ujarnya.

Bupati yang kerap disapa Kaji Mbing itu mengimbau agar periode KKN di Kota Pencak Silat itu bisa menjadi ladang mahasiswa dalam belajar dan bersosialisasi dengan masyarakat. Mahasiswa selayaknya bisa merealisasikan keilmuannya dengan membuat inovasi-inovasi baru yang dapat menunjang tingkat ekonomi hingga kesehatan masyarakat di desa-desa tersebut. 

Foto bersama pejabat Pemerintah Kabupaten Madiun, Direktur Pendidikan UNAIR, Dosen Pembimbing Lapangan serta mahasiswa KKN BBK UNAIR edisi 2. (Foto: Fikri Ilhami)

Wujudkan Kontribusi Berkelanjutan

Sementara itu, Prof Dr Sukardiman MS Apt menerangkan bahwa mahasiswa nantinya akan tersebar di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Saradan, Wungu, dan Kemarang serta terbagi menjadi 32 desa. Ia berharap mahasiswa dapat belajar secara mandiri dan berkolaborasi dengan komunitas atau desa mitra. 

“Hal ini akan mengasah soft skill mereka di luar akademik setidaknya meliputi pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi,” tambah Direktur Pendidikan UNAIR itu.

Menurutnya, gagasan-gagasan program selama 3 minggu di masyarakat, harapannya dapat menghasilkan kontribusi aktif yang berkelanjutan. Misalnya, meningkat ekonomi kreatif yang dapat menunjang pendapatan masyarakat melalui penggunaan IT, literasi pendidikan untuk siswa, hingga edukasi kesehatan. Tentu ini harus dibarengi dengan ilmu yang sudah di pelajari di bangku kuliah. 

Di akhir, ia mengimbau mahasiswa untuk selalu menjunjung nilai Excellence with Morality selama pengabdian berlangsung. Mahasiswa harus mempunyai sikap HEBAT (Humble, Excellence, Brave, Agile, Transcendent) agar pekerjaan kita mendapatkan hasil yang maksimal dan bermanfaat di masyarakat. 

“Mudah-mudahan semua pengabdian ini bisa berjalan dengan lancar dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan,” sebutnya. 

Sebagai informasi, upacara penyambutan mahasiswa KKN BBK UNAIR Edisi 2 ini dihadiri oleh Bupati Madiun dan jajarannya, IKA UNAIR Cabang Madiun, Direktur Pendidikan UNAIR, dan Dosen Pembimbing lapangan KKN BBK Kabupaten Madiun.

Penulis: Khefti Al Mawalia