n

Universitas Airlangga Official Website

Tiga Guru Besar Ulas Riset dan Inovasi Stem Cell

(Dari Kiri) , Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT(K). Selaku Moderator Bersama Tiga Pemateri, . Prof. Dr. drh. Fedik Abdul Rantam., Prof. Dr. dr. Nasronuddin, Sp.PD, K-PTI, FINASIM., Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, S.E., MBA., AK., Saat Diskusi Gelar Inovasi Guru Besar Di Aula Kahuripan Kampus C UNAIR. (Foto: Alifian Sukma)

UNAIR NEWS – Kegiatan perdana Gelar Inovasi Guru Besar Universitas Airlangga dengan topik “Stem Cell: Harapan Baru untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, berjalan lancar. Acara ini digelar untuk menyebarluaskan informasi mengenai hasil inovasi dan penelitian para guru besar UNAIR. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kahuripan Kampus C UNAIR, Rabu (31/8).

Dalam pembahasan mengenai stem cell, sebanyak tiga guru besar UNAIR dari berbagai bidang hadir untuk mengulas perkembangan penelitian sel punca itu. Ketiga guru besar itu adalah Prof. Dr. drh. Fedik Abdul Rantam., (Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan/peneliti stem cell), Prof. Dr. dr. Nasronuddin, Sp.PD, K-PTI, FINASIM., (Guru Besar Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit UNAIR), dan  Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, S.E., MBA., Ak., (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis/pakar manajemen). Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi kesehatan tersebut dipandu oleh moderator Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT(K).

Prof. Fedik mengulas secara detail mengenai perkembangan penelitian stem cell. Menurutnya, temuan stem cell merupakan bagian dari proses regenerasi kesehatan. Pernyataan yang ia kutip dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, menjelaskan bahwa regenerasi kesehatan merupakan proses menciptakan sebuah jaringan fungsional untuk memperbaiki atau mengganti jaringan dan fungsi organ yang hilang karena usia, penyakit, kerusakan, atau cacat bawaan.

Menambahkan pernyataan Prof. Fedik, pembicara kedua Prof. Nasron yang juga Direktur Utama Airlangga Health Science Instiuite (AHSI) menjelaskan, temuan stem cell merupakan bagian dari terapi bidang kesehatan di era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Prof. Nasron juga menambahkan, bahwa potensi pengembangan stem cell di Indonesia merupakan bagian dari langkah untuk mewujudkan kemandirian bangsa di tengah arus globalisasi dan MEA.

Potensi demografi di Indonesia yang sangat besar menjadi landasan tersendiri untuk terus melakukan inovasi di bidang dunia kesehatan, pasalnya bagi Prof. Nasron sangat disayangkan banyak orang Indonesia harus merogoh kocek sangat mahal hanya untuk berobat ke luar negeri.

“Guna memenangi kompetisi global kita harus mempunyai daya saing yang tinggi. Indikator penentu dari semua itu adalah pendidikan dan kesehatan, makanya peran perguruan tinggi sangat dominan di sini,” terangnya.

Prof. Nasron yang juga Direktur Rumah Sakit UNAIR tersebut juga menegaskan bahwa penelitian stem cell masih sangat bisa dikembangkan di Surabaya. Lembaga Penyakit Tropik UNAIR, dan Bank Jaringan Rumah Sakit Dr. Soetomo sudah melakukan langkah bersama mulai penelitian hingga aplikasi klinik di lapangan.

“Di Surabaya, stem cell yang kita kembangkan secara bersama ini, sudah berjalan  mulai riset hingga produk dan sudah diaplikasikan pada lebih 130 pasien,” tegasnya.

Prof. Bambang yang merupakan Guru Besar FEB UNAIR, menyoroti dari sisi peluang dalam skala industri dan organisasi. Baginya, stem cell bisa menjadi peluang bisnis, meski demikian yang lebih ditekankan Prof. Bambang adalah upaya untuk meningkatkan nilai inovasi dari stem cell tersebut.

“Kalau dilihat dari skala industri stem cell ini bisa membangkitkan investasi-investasi. UNAIR haruslah ambil peran terlebih dahulu,” terang Guru Besar yang gemar menggenakan batik ini.

Tidak hanya itu, Prof. Bambang juga melihat dari segi pemasaran di masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang masih awam mengenai inovasi handal tersebut. Prof. Bambang juga masih menyayangkan jika stem cell baru digunakan oleh kalangan ekonomi menengah ke atas.

“Stem cell ini kan masih belum ditanggung BPJS. Jadi, ini tantangan bagi peneliti untuk membuat terapi ini bisa terjangkau ke semua kalangan, dan UNAIR punya peran penting dalam hal itu,” tandasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Defrina Sukma S.