UNAIR NEWS – Salah satu Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang melaksanakan Program Kerja Penanaman Tanaman obat Keluarga (TOGA) sebagai kegiatan edukasi tanaman obat keluarga berkhasiat bagi masyarakat di Desa Kramat, Kabupaten Gresik, pada hari sabtu(24/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan memberikan tanaman obat alami berkhasiat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga sekaligus memanfaat lahan yang tersedia.
Kelompok BBK 7 Desa Kramat terdiri dari 9 mahasiswa lintas ilmu. Yakni, Andhika Duta Pandyatama (Teknologi Hasil Perikanan), Grace Yobela Wijaya (Akuakultur), Auliya Mar’atus Sholekhah (Rekayasa Nanoteknologi), M. Zidan Maulana (Teknik Industri), Nabila Ratusyawal Masitha (Ilmu Informasi dan Perpustakaan), Tanaya Ivanka Odelia Elisa (Ilmu Ekonomi), Irma Dwi Praminiarti (Manajemen Perkantoran Digital), Adriano Oktareza Firmansyah (Ekonomi Islam).
Dalam program ini, Tim BBK 7 memberikan 8 jenis tanaman TOGA kepada warga desa kramat meliputi Kumis kucing, sambiloto, jeruk purut, kunir, kunyit, melati, kunto bimo serta cabe rawit. Setiap tanaman memiliki khasiat spesifik untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, hipertensi, hingga peningkatan daya tahan tubuh. Pembagian bibit tanaman ini diharapkan dapat mengisi di lahan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan keluarga.
Edukasi Interaktif untuk Pemahaman Mendalam
Pelaksanaan Program Kerja Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilakukan dengan penyampaian edukasi pengenalan tanaman TOGA dasar yang mencakup jenis-jenis TOGA berdasarkan Jenis, Manfaat setiap tanaman, dampak, serta mengingatkan penggunaan tanaman TOGA sebagai pengganti obat kimia. Kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan penanaman bersama warga agar menumbuhkan rasa kebermanfaatan tanaman TOGA dan kehidupan masyarakat desa, terlihat antusias bertanya tentang cara merawat tanaman dan mengolahnya menjadi ramuan herbal. Tim BBK 7 juga memberikan plang dengan penamaan TOGA dalam bentuk brosur setiap jenis tanaman.
Beberapa warga juga menyampaikan keinginan mereka untuk mengembangkan TOGA secara lebih luas, bahkan berpotensi menjadi produk olahan seperti teh herbal atau minyak esensial yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
Program Kerja TOGA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), pertama SDG’s 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) kesehatan masyarakat, pengobatan herbal, pencegahan penyakit, kesehatan keluarga.
Kedua, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui konservasi keanekaragaman hayati tanaman obat, penghijauan lingkungan, dan pemanfaatan lahan produktif yang berkelanjutan. Dengan menanam TOGA, warga tidak hanya menjaga kesehatan tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
#SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDG15 #LifeonLand #SDGsUNAIR
Penulis: Andhika Duta Pandyatama & Adriano Oktareza Firmansyah





