UNAIR NEWS – Tim Gemintang Cak dari UNAIR meraih Juara 1 dalam National Business Model Canvas (BMC) Competition persembahan dari Universitas 17 Agustus 1945. Anggota tim yang terdiri dari Muhammad Izar Alfatih Rizqy, Putri Wanda Sari Sinaga, dan Christian Matthew Sutanto. Ketiganya berasal dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.
Mereka mengikuti lomba ini dengan motivasi untuk menyalurkan ide yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di bidang sosial. “Kami ingin memberikan dampak positif, fokus pada keberlanjutan dan konsumsi yang bertanggung jawab,” kata Izar, ketua tim.
Inovasi dalam Business Model Canvas
Model bisnis yang tim ini menekankan pada keberlanjutan dan peran sosial. “Kami membedakan diri dengan cara menyampaikan ide yang lebih menyeluruh. Elemen inovatif kami adalah value proposition yang mendukung keberlanjutan ide,” jelas Putri.
Mereka mengidentifikasi peluang pasar dengan memanfaatkan data yang ada. “Kami melakukan analisis eksternal, internal, dan kompetitor untuk memastikan ide kami layak dan berkelanjutan,” tambah Christian.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah pembagian waktu. “Kami sibuk dengan organisasi dan kuliah, namun tetap meluangkan waktu untuk menyelesaikan lomba ini dengan maksimal,” ungkap Izar.
Selain itu, mereka juga menyadari pentingnya cara menyampaikan ide melalui presentasi. “Kunci keberhasilan kami adalah cara menyampaikan ide yang menyentuh perasaan juri dan penonton. Kami dapat menunjukkan bagaimana solusi kami bisa mengatasi masalah yang dihadapi,” kata Putri.
Harapan ke Depan
Tim berharap ide mereka bisa menjadi solusi bagi permasalahan anak muda dan berkembang menjadi startup. “Kami ingin memberi lapangan pekerjaan dan dampak sosial positif,” kata Christian.
Setelah meraih Juara 1, tim merasa sangat bangga dan bersyukur. “Kami belajar banyak tentang time management, kerja sama tim, dan menyampaikan ide yang kuat,” ungkap Izar. Mereka juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain, “Lebih baik menyesal karena gagal daripada menyesal karena tidak pernah mencoba,” tambah Putri.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





