Universitas Airlangga Official Website

Tim BBK 6 UNAIR Edukasi Siswa tentang P3K dan PHBS

Kegiatan dokter kecil pada siswa 10 SMAN 1 Purwoharjo oleh tim KKN-BBK (foto : dok. narasumber).
Kegiatan dokter kecil pada siswa 10 SMAN 1 Purwoharjo oleh tim KKN-BBK (foto : dok. narasumber).

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Kerja Kuliah Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK)-6 menyelenggarakan kegiatan dokter kecil. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh sekelompok KKN-BBK ini bertempat di desa Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (17/7/2025). 

Program kegiatan dokter cilik ini merupakan akronim dari Duta Optimal Kesehatan yang Tanggap, Edukatif, dan Responsif. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan dunia kesehatan kepada pelajar, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Sehingga harapannya para peserta mampu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ringan (P3K) serta menambah pemahaman dasar mereka mengenai kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

Pelatihan P3K dan Edukasi PHBS

Lebih lanjut, sasaran dalam kegiatan dokter cilik ini adalah siswa kelas 10 SMAN 1 Purwoharjo. Menurut Fabian Wira Ananta, selaku ketua tim, tujuan dari pemilihan siswa baru sebagai bentuk pembiasaan sejak awal menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Materi yang para mahasiswa sampaikan meliputi pertolongan pada korban tidak sadarkan diri, penanganan luka dasar, hingga teknik transportasi pasien. Dalam penyampaian materi siswa menunjukan semangat antusiasme yang tinggi. “Mereka sangat semangat dan antusias memperhatikan dengan seksama, bahkan berebut maju saat sesi praktik berlangsung,” ujarnya. 

Antusiasme siswa 10 SMAN 1 Purwoharjo dalam pemberian materi (foto : dok. narasumber).

Selain materi P3K, sekelompok tim KKN-BBK ini juga menyampaikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk tata cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar. Penyampaian pemahaman ini melalui demonstrasi langsung. Dalam materi ini juga banyak siswa terlihat aktif mencatat dan memotret materi yang telah penyelenggara tayangkan melalui salindia presentasi.

Tantangan dan Harapan

Meski kegiatan tersebut sukses, sekelompok tim KKN-BBK ini mempunyai tantangan tersendiri. Jumlah peserta yang cukup besar yakni 300 orang, menyebabkan terdapat siswa yang kurang fokus selama penyampaian materi. Sehingga, suasana penyampaian materi menjadi kurang kondusif.

Meski demikian, program ini dapat memberikan  dampak bagi para pelajar hingga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Salah satu guru SMAN 1 Purwoharjo, Ibu Nurma, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa UNAIR. Ia menilai bahwa program ini penting untuk membangun kepedulian siswa terhadap kesehatan diri dan sesama. 

“Saya sangat mengapresiasi program kerja Dokter Cilik  saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya hidup sehat. Kemudian melatih mereka agar sigap dan peduli terhadap sesama dalam situasi darurat dan bisa diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ungkap Nurma.

Tim KKN berharap kegiatan ini menjadi langkah awal agar para siswa lebih siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menerapkan pola hidup sehat secara mandiri, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati 

Editor : Ragil Kukuh Imanto