UNAIR NEWS – Dalam beberapa tahun terakhir, praktik judi online dan pinjaman online semakin marak terjadi serta menimbulkan banyak kerugian, khususnya bagi korban. Berangkat dari fenomena ini, tim lintas fakultas Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas sebuah platform sebagai ruang aman bagi para korban.
Tim yang diketuai oleh Fitri Jayitri Iti Saibah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik (FISIP) ini menciptakan inovasi berjudul TitikRuang: Platform Anonimitas Inklusif Berbasis Resiliensi Komunitas sebagai Media Ekspresi, Edukasi, dan Pemulihan Psikososial Korban Judi Online dan Pinjaman Online.
TitikRuang merupakan platform bagi para korban judi online dan pinjaman online untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman tanpa rasa khawatir. Hal ini lantaran platform TitikRuang menekankan anonimitas untuk menjaga informasi pengguna. Melalui inovasi itu, tim FISIP dan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) berhasil lolos pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora 2025.
“Kita tahu bahwa korban yang terjerat biasanya mengalami tekanan mental, trauma, stres, dan mendapat stigma sosial dari masyarakat. Ini menyebabkan mereka menjadi terisolasi sehingga sulit bangkit dari situasi terpuruk dan zona merugikan itu. Oleh karena itu, menjadi urgensi bagi kami untuk menyediakan platform TitikRuang,” ungkap Saibah.

Berbagai Fitur Layanan bagi Pengguna
Tidak hanya menyediakan ruang berinteraksi dengan sesama korban, TitikRuang juga menghadirkan layanan konseling dari para ahli. Layanan ini bertujuan untuk membantu pemulihan psikososial para korban. Selain itu, TitikRuang dilengkapi dengan layanan edukasi yang tidak hanya berguna bagi para korban, tetapi juga masyarakat umum.
“Kami juga menyediakan edukasi seperti podcast, infografis, short movie, dan media lain sebagai bentuk kampanye terkait bahaya kasus pinjol dan judol pada masyarakat luas. Terutama bagi masyarakat yang tidak pernah terjerat kasus tersebut agar mereka mampu menjaga awareness terhadap isu ini,” jelas Saibah.
Dalam prosesnya, tim ini mengumpulkan data dengan mewawancarai berbagai instansi terkait serta pengguna judi online dan pinjaman online. Tim ini juga menjalin kerja sama guna meningkatkan jangkauan promosi. Untuk menguji efektivitas platform, TitikRuang telah melalui tahap uji coba oleh responden.
Mendukung Capaian SDGs
Saibah mengungkapkan bahwa hadirnya platform TitikRuang turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan berfokus pada pemulihan psikososial korban judi online dan pinjaman online, platform ini berkontribusi pada pilar ke-3 SDGs, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. TitikRuang sekaligus mendorong capaian SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui edukasi yang bermutu.
“Kami juga mendukung pengurangan ketimpangan karena praktik judol dan pinjol ini dampaknya tidak jauh-jauh dari masalah keuangan. Masyarakat yang terjerat sangat dirugikan dalam hal materialistik sehingga mampu menciptakan ketimpangan,” tambahnya.
Penulis: Khumairok Nurisofwatin
Editor: Khefti Al Mawalia





