UNAIR NEWS – Permasalahan spesies invasif masih menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan Indonesia, termasuk di Danau Toba. Ikan Red Devil yang berkembang pesat telah mengganggu keseimbangan ekosistem dan menurunkan produktivitas nelayan lokal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk menghadirkan solusi inovatif berbasis lingkungan dan energi berkelanjutan.
Menjawab persoalan tersebut, Tim UNAIR mengembangkan inovasi pemanfaatan ikan invasif Red Devil sebagai bahan baku biodiesel. Inovasi ini dilakukan melalui proses ekstraksi lemak ikan dan transesterifikasi untuk menghasilkan energi terbarukan. Pendekatan ini mengintegrasikan solusi lingkungan, energi bersih, dan ekonomi sirkular dalam satu konsep terpadu.
Dukung Sustainable Development Goals
Gagasan inovatif tersebut berhasil mengantarkan Abiddah Rahmatusshalihah dan Raissa Ramadhani Mahendra Putri meraih Juara I Presentasi Proyek Sustainable Development Goals (SDGs) dalam ajang International Youth Leader Exchange. Tidak hanya itu, Tim UNAIR juga meraih Juara I Best Speaker dalam kompetisi internasional tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Youth.co di University of Malaya, Malaysia, pada Selasa (16/12/2025).

Abiddah Rahmatusshalihah selaku perwakilan tim menjelaskan bahwa selama ini upaya pengendalian Red Devil hanya berfokus pada penangkapan tanpa nilai tambah. Menurutnya, pendekatan tersebut belum mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar Danau Toba. “Kami ingin mengubah masalah lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai dan berkelanjutan,” ujarnya.
Peluang Ekonomi
Inovasi ini tidak hanya bertujuan menekan populasi spesies invasif, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemanfaatan Red Devil sebagai biodiesel harapannya mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui konsep zero waste dan pemberdayaan lokal. Selain itu, proyek ini juga mendukung transisi menuju energi bersih yang ramah lingkungan.
“Dewan juri menilai proyek ini unggul karena menghadirkan solusi ganda antara pengendalian lingkungan dan produksi energi terbarukan. Pendekatan ekonomi sirkular yang diusung dinilai memiliki dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan,” terangnya.
Melalui pencapaian ini, mahasiswa UNAIR kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan di tingkat global. Abiddah menegaskan bahwa proyek ini membawa noble purpose untuk melindungi ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui energi bersih. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan inovasi berkelanjutan lainnya dari civitas academica UNAIR.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





